Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis 1 Oktober 2020

Renungan Harian Katolik Kamis 1 Oktober 2020

Bacaan dan Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 31 Oktober 2020

Pesta Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi

Bacaan dari Kitab Yesaya (66:10-14c)

"Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."
        
Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.




atau

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:31-13:13)

"Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 
Saudara-saudara, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia bernubuat dan mengetahui segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati dan tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita atas ketidakadilan, tetapi atas apa yang benar. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap, dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi bila yang sempurna tiba, hilanglah yang tidak sempurna. Ketika masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak, dan berpikir seperti kanak-kanak pula. Tetapi sekarang setelah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Sekarang kita melihat gambar yang samar-samar seperti dalam cermin, tetapi nanti dari muka ke muka. Sekarang aku mengenal secara tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, pengharapan dan kasih. Namun yang paling besar di antaranya adalah kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.



Mazmur Tanggapan

Ref. Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:66.71.75.91.125.130)
1. Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya pada perintah-perintah-Mu.
2. Memang baik bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.
3. Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil; dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.
4. Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
5. Hamba-Mulah aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku paham akan peringatan-peringatan-Mu.
6. Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5)

"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Seorang anak kecil tentulah belum bisa bicara dengan baik. Apalagi seorang bayi yang masih beberapa bulan usianya malah sama sekali belum bisa bicara. Tetapi anehnya, meski seorang bayi atau anak kecil belum bisa berbicara dengan baik dan runtut selalu saja memperoleh apa yang ia perlukan atau butuhkan. Karena apa? Karena orangtua-nyalah yang paham dan tahu betul apa yang dibutuhkan anaknya yang masih kecil itu. Orangtua paham dan tahu benar bahwa anaknya sekarang harus minum dan makan, lalu jenis minuman dan makanan apa yang cocok dan sesuai dengan pertumbuhannya dan seterusnya. Bayi atau anak kecil memang tidak harus dan tidak perlu dapat mengatakan sendiri kebutuhannya.

Itulah salah satu makna penting dari bacaan Injil hari ini, bila Tuhan Yesus bersabda, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga." Menjadi anak kecil bukan hanya menyangkut soal sikap dan semangat kesederhanaan dan kepolosan saja, tetapi soal kepercayaan untuk mengandalkan orangtuanya dalam menghidupi, mengembangkan, mendidik dan menuntun hidupnya. Demikianlah kita di hadapan Allah, kita mesti seperti anak kecil yang tidak hanya perlu bersikap sederhana dan rendah hati, tetapi penuh kepercayaan pada penyelenggaraan Allah atas hidup kita. Orangtua manusia seperti kita ini yang banyak kelemahan dan dosa saja selalu bersikap tepat dan baik terhadap anak kita yang masih kecil, apalagi Allah terhadap diri kita bila kita mau bertobat dan menjadi seperti anak kecil.

Hari ini Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Kesucian Santa Theresia begitu bersinar dan tersohor justru karena kesederhanaan, kerendahan hati dan terutama kepercayaan kepada Tuhan. Kesuciannya tidak ditempuh melalui tulisan karya monumental teologis, atau jabatan dan karier gerejawi, atau wibawa atau pengaruh sosial yang hebat pada Gereja dan masyarakat, melainkan melalui pekerjaan rutin sehari-hari dan biasa, tidak hebat dan tidak sensasional. Ia hidup seperti anak kecil yang jauh dari publikasi dan unggahan foto-foto keren. Santa Theresia menghidupi jalan kecil dan sunyinya setiap hari sambil percaya bahwa Yesus selalu memberi yang terbaik dan terindah dalam hidupnya, juga ketika ia harus sakit paru-paru yang parah dan wafat pada usia 24 tahun. Hidupnya yang singkat telah memancarkan kesucian yang padat, dan menghayati hidup sehari-hari dan biasa dengan penuh gembira dan penuh kepercayaan.

Doa Malam

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, atas segala rahmat yang Engkau nyatakan kepada kami seturut kehendak-Mu. Terlebih atas cinta-Mu yang melandasi hidup dan pelayanan kami sepanjang hari tadi. Semoga hidup kami menjadi saluran cinta kasih-Mu sebagaimana telah dilakukan oleh St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

blogevan.com