Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santo Peregrine Laziosi: Santo Pelindung Penderita Kanker

Santo Peregrine Laziosi
Santo Peregrine Laziosi lahir di Forli, Italia, sekitar 1265. Pada saat itu, Forli diperintah oleh Paus sebagai bagian dari Negara Kepausan. Peregrine tumbuh dalam sebuah keluarga yang secara aktif terlibat dalam oposisi, atau partai anti-kepausan. Karena aktivitas anti-kepausan, kota itu berada di bawah hukuman larangan gereja, yang berarti bahwa Misa dan Sakramen tidak dapat dirayakan di sana (Forli). Santo Philip Benizi, Pemimpin Jenderal Hamba Maria, pergi ke Forli untuk mengkhotbahkan rekonsiliasi.

BACA JUGA:
1. Kisah Santa Lidwina
2. Kisah Santo Alexius
3. Kisah Santo Florianus

Santo Peregrine Laziosi muda, sangat intens dalam semangat politiknya, tidak hanya mencela Santo Philip Benizi selama berkhotbah, tetapi, pada kenyataannya, Kemarahan menguasai dirinya sehingga Peregrine memukul wajah Philip. Alih-alih Santo Philip Benizi menanggapi dengan amarah dan membalas kekerasan atas serangan itu, Philip berbalik dan memaafkan Peregrine. Philip ternyata tidak balas memukul dan malah memberikan pipi yang satunya, seperti apa yang ditulis di dalam Alkitab. Hal ini mengesankan Peregrine sehingga ia mengubah hidupnya dan berjanji untuk mengubah sifatnya yang pemarah.

BACA JUGA : Kisah Santo Yusuf dari Cupertino

Pertemuan dengan Philip ini dikatakan telah mengubah Peregrine secara dramatis. Ia mulai memberikan tenaganya ke dalam perbuatan yang baik dan akhirnya bergabung dengan Hamba Maria di Siena, Italia. Dia kembali ke Forli, di mana dia menghabiskan sisa hidupnya, mengabdikan dirinya untuk orang sakit, orang miskin, dan mereka yang berada di pinggiran masyarakat. Dia juga memaksakan pada dirinya sendiri penebusan dosa berdiri setiap kali tidak perlu duduk. Hal ini menyebabkan varises, yang kemudian memburuk menjadi luka terbuka di kakinya, dan akhirnya didiagnosis sebagai kanker.

BACA JUGA : Bacaan Injil dan Renungan Hari ini

Luka kaki Santo Peregrine Laziosi menjadi sangat serius sehingga ahli bedah setempat memutuskan untuk mengamputasi kakinya. Malam sebelum operasi, Peregrine berdoa di depan gambar Kristus yang disalibkan, dan ketika dia bangun, lukanya sembuh dan kakinya diselamatkan. Dia hidup 20 tahun lagi, meninggal pada 1 Mei 1345, dan berusia sekitar 80 tahun. Peregrine dikanonisasi pada 27 Desember 1726, dan dinobatkan sebagai Santo Pelindung bagi mereka yang menderita kanker.

By: Blogevan.com

Tag: #Kisah Santo Santa    #Berita Katolik Hari ini    #Renungan Harian Katolik