Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sakramen Dalam Gereja Katolik

Sakramen Dalam Gereja Katolik

Pengertian Sakramen

Sakramen (bahasa Inggris: sacrament) —dengan kata sifatnya sakramental (bahasa Inggris: sacramental), sebagaimana dipahami oleh Gereja Katolik, adalah tanda yang terlihat, yang dapat ditangkap oleh panca indra, yang dilembagakan oleh Yesus dan dipercayakan kepada Gereja, sebagai sarana yang dengannya rahmat dari Allah dinyatakan melalui tanda yang diterimakan, yang membantu penerimanya untuk berkembang dalam kekudusan, dan berkontribusi kepada pertumbuhan Gereja dalam amal-kasih dan kesaksian. Gereja Katolik Ritus Timur umumnya menyebut Sakramen dengan istilah "Misteri" atau "Misteri Suci".

Meskipun tidak semua orang dapat menerima semua sakramen, sakramen-sakramen secara keseluruhan dipandang sebagai sarana penting bagi keselamatan umat beriman, yang menganugerahkan rahmat tertentu dari tiap sakramen tersebut, misalnya dipersatukan dengan Kristus dan Gereja, pengampunan dosa-dosa, atau pun pengkhususan (konsekrasi) untuk suatu pelayanan tertentu.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa dampak dari suatu sakramen itu ada, yaitu ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen itu dilayankan), tanpa memperhitungkan kekudusan pribadi pelayan yang melayankannya. Tetapi kurang layaknya kondisi penerima untuk menerima rahmat yang dianugerahkan tersebut dapat menghalangi efektivitas sakramen itu baginya; sakramen memerlukan adanya iman meskipun kata-kata dan elemen-elemen ritualnya berdampak menyuburkan, menguatkan, dan memberi ekspresi bagi iman (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 224).

Berikut ini 7 Sakramen dalam Gereja Katolik :

1. Sakraman Babtis

2. Sakramen Ekaristi

3. Sakramen Tobat

4. Sakramen Krisma

5. Sakramen Perkawinan

6. Sakramen Perminyakan

7. Sakramen Imamat

Admin
Admin Permudah akses Anda membaca dengan mendownload Aplikasi di Play Store. Klik Disini