Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Alfonsus Liguori

Santo, Alfonsus Liguori
Santo Alfonsus Liguori lahir di dekat Napoli, Italia, pada tahun 1732. Ia adalah seorang siswa pekerja keras. Ia menerima gelar sarjana hukum dan menjadi pengacara terkenal. Suatu kesalahan yang dia buat di pengadilan meyakinkan Alfonsus tentang apa yang telah dia pikirkan: dia harus melepaskan praktik hukumnya dan menjadi seorang imam.

Ayahnya mencoba membujuknya untuk tidak melakukannya. Namun, Alfonsus telah mengambil keputusan. Dia menjadi seorang pendeta. Hidupnya dipenuhi dengan aktivitas. Dia berkhotbah dan menulis buku. Dia memulai sebuah kongregasi religius yang disebut "Redemptorist."

Santo Alfonsus Liguori menawarkan arahan spiritual yang bijaksana dan membawa perdamaian kepada orang-orang melalui Sakramen Rekonsiliasi. Dia juga menulis himne, memainkan organ dan melukis gambar. Santo Alfonsus Liguori menulis enam puluh buku. Ini luar biasa mengingat banyak tanggung jawab lainnya. Ia juga sering sakit. Dia sering sakit kepala, tetapi akan menahan sesuatu yang dingin di dahinya dan terus melakukan pekerjaannya.

Meskipun secara alami dia cenderung tergesa-gesa, Alphonsus mencoba mengendalikan dirinya. Dia menjadi begitu rendah hati sehingga ketika Paus Pius VI ingin menjadikannya uskup, dia dengan lembut berkata "tidak". Ketika utusan paus datang sendiri untuk memberi tahu dia tentang pilihan paus, mereka menyebut Alfonsus "Tuan Yang Paling Mulia". Alfonsus berkata, "Tolong jangan panggil aku seperti itu lagi. Itu akan membunuhku. "

Paus membantu Alfonsus memahami bahwa dia benar-benar ingin dia menjadi uskup. Alphonsus mengirim banyak pengkhotbah di seluruh keuskupannya. Orang-orang perlu diingatkan kembali tentang kasih Tuhan dan pentingnya agama mereka. Alfonsus menyuruh para imam untuk menyampaikan khotbah sederhana. “Saya tidak pernah menyampaikan khotbah yang tidak dapat dimengerti oleh wanita tua yang paling sederhana di gereja,” katanya.

Seiring bertambahnya usia, Santo Alfonsus Liguori menderita berbagai penyakit. Dia menderita radang sendi yang menyakitkan dan menjadi lumpuh. Dia menjadi tuli dan hampir buta. Dia juga mengalami kekecewaan dan godaan. Tetapi dia memiliki pengabdian yang besar kepada Bunda Maria seperti yang kita ketahui dari bukunya yang terkenal berjudul Glories of Mary. Pencobaan itu diikuti dengan kedamaian dan kegembiraan yang besar serta kematian yang kudus.

Santo Alfonsus Liguori meninggal pada tahun 1787 pada usia sembilan puluh satu tahun. Paus Gregorius XVI memproklamasikannya sebagai santo pada tahun 1839. Paus Pius IX memproklamasikannya sebagai Doktor Gereja pada tahun 1871.