Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Malakios (3 November)

Santo Malakios

Malakios O'More lahir di Armagh, Irlandia Utara, pada tahun 1095. Ayahnya adalah seorang katolik yang saleh dan berprofesi sebagai seorang guru. Ia dan saudara-saudaranya dibesarkan dalam tradisi katolik Irlandia yang kuat. Seorang saudaranya yang bernama Christian O’Morgair kelak juga dikanonisasi sebagai seorang kudus.

Setelah kematian kedua orang tuanya, Malakios dan saudaranya Christian memutuskan untuk menjalani hidup religius dan masuk biara. Ia ditahbiskan menjadi seorang imam pada tahun 1120. Sebagai seorang imam, Malakios berusaha keras untuk membaharui tata tertib hidup Gereja Irlandia. Hal buruk yang paling mencolok dalam Gereja Irlandia pada masa itu adalah Nepotisme di dalam hirarki Gereja. Jabatan-jabatan di dalam administrasi Gereja dikuasai oleh suku atau keluarga tertentu dan dijadikan jabatan turun-temurun.


Pemimpin sekolah-sekolah biara adalah para uskup dan orang-orang dari keluarganya sendiri. Ketika terjadi penggerebekan oleh para bajak laut Denmark, ribuan rahib dibunuh; ada yang melarikan diri ke luar negeri. Dalam situasi itu anggota keluarga uskup yang berstatus awam menjaga kekayaan biara. Kehidupan keagamaan merosot dan biara-biara tak terpelihara baik. Orang-orang awam yang menguasai kekayaan biara menganggap kepemimpinan dalam biara sebagai warisan turun-temurun.

Salah satu biara yang terkenal ialah biara Bangor di County Down. Paman Malakios, seorang awam, memegang gelar kehormatan sebagai Abbas di biara itu. Pada tahun 1123 ia mengalihkan jabatan itu kepada Malakios. Dengan berbagai cara Malakios mulai membaharui kembali biara itu dan mengamankan semua milik biara termasuk tanah-tanah. Bersama 10 orang muridnya ia mulai membangun kembali rumah-rumah biara itu. Oleh karena keberhasilannya itu, ia ditahbiskan menjadi Uskup Down dan Connor. Dalam kedudukan itu ia mempunyai kekuatan untuk membaharui Gereja Irlandia dan kehidupan sakramental di antara umat serta menegakkan disiplin hidup para rohaniwan.


Sementara itu, Celsus, Uskup Armagh, meminta agar Malakios bersedia menjadi uskup untuk Keuskupan Agung Armagh, meskipun sanak keluarga Celsus yang telah menguasai jabatan itu secara turun-temurun selama 100 tahun tidak menyetujui keputusan itu. Namun akhirnya pada tahun 1139 Malakios pergi juga ke Roma untuk ditahbiskan menjadi Uskup Agung Armagh dan Cashel.

Dalam perjalanannya ke Roma Ia singgah di sebuah biara Cistercian di Clairvaux, Prancis. Di sana ia bertemu dan berkenalan dengan Santo Bernardus. Ia jatuh hati dengan cara hidup para biarawan di dalam biara Clairvaux tersebut. Baginya biara itu sungguh-sungguh menampakkan surga di dunia ini. Karena begitu terkesan maka ia mengajukan permohonan kepada Paus untuk menetap di sana. Namun Paus Innosensius II tidak mengabulkan permohonannya dan mengutusnya kembali ke Irlandia.

Dalam perjalanannya kembali ke Irlandia, ia singgah lagi di Clairvaux. Empat orang imam yang menyertainya dari Irlandia dimintanya untuk tetap tinggal di sana dan mempelajari cara hidup membiara seturut regula Cistercian. Di kemudian hari bersama 4 orang imam itu, Malakios mendirikan biara Cistercian pertama di Irlandia di Mellifont, dekat Drogheda, Irlandia.

Ketika semua tugas yang dibebankan Paus kepadanya selesai dilaksanakan, demikian juga semua urusan penting menyangkut pendirian biara itu, Malakios pergi lagi ke Roma untuk melaporkannya kepada Paus. Ia singgah lagi di biara Clairvaux. Tetapi di biara itu ia jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia pada tanggal 2 Nopember 1148 di pangkuan Santo Bernardus.

Uskup Malakios dikenal sebagai uskup Irlandia yang menggantikan liturgi Celtic (the "Stowe" missal) di Gereja Katolik Irlandia dengan liturgi Romawi dalam upaya untuk menciptakan keseragaman dalam kehidupan beragama. Ia juga terkenal sebagai seorang pembuat mujizat dan seorang penyembuh. Ia dapat menyembuhkan orang yang sakit seketika itu juga dengan hanya menumpangkan tangannya diatas mereka.

Ia dikanonisasi pada tanggal 6 Juli 1190 oleh Paus Klemens III. Ia adalah orang kudus pertama dari Irlandia yang mendapat kanonisasi resmi dari Tahta Suci Vatican.

Pada tahun 1595 seorang biarawan Benediktin bernama Arnold Wion menerbitkan dokumen berjudul: Prophetia Sancti Malachiae Archiepiscopi, de Summis Pontificibus (The Prophecy of the Popes atau The Phophecy of Saint Malachy). Arnold Wion mengklaim Ramalan tersebut berasal dari catatan penglihatan Santo Malakios saat berada di Roma pada tahun 1139.  The Prophecy of the Popes berisi 112 kalimat pendek dalam bahasa Latin yang konon memprediksikan gambaran para penerus Tahtah Santo Petrus mulai dari Paus Selestinus II sampai dengan paus di akhir Jaman, menurut penglihatan Santo Malakios.

Gambaran para Paus dalam dokumen ini sangat tepat sampai dengan tahun 1590, namun terdapat banyak kekeliruan untuk para paus sesudahnya. Gereja Katolik menyatakan Ramalan ini adalah palsu dan para sejarawan pada umumnya menyimpulkan ramalan tersebut merupakan Hoax yang ditulis tidak lama sebelum dipublikasikan. Ramalan ini diduga dibuat untuk mendukung Kardinal Girolamo Simoncelli dalam Konklaf tahun 1590 untuk memilih pengganti Paus Urbanus VII.

© Renungan Harian Katolik

Blogevan.com
Blogevan.com Download App di Play Store Klik Disini