Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan (Minggu, 6 Desember 2020)

Bacaan, Injil, Bacaan Injil, Renungan, Renungan Harian, Katolik, Renungan Harian Katolik, Bacaan injil hari ini, renungan hari ini, bacaan injil besok, renungan besok, renungan katolik, renungan kristen, Injil Matius, Injil Lukas, Injil Yohanes, Injil Markus, Bacaan Injil Senin, Bacaan Injil Selasa, Bacaan Injil Rabu, Bacaan Injil Kamis, Bacaan Injil Jumat, Bacaan Injil Sabtu, Bacaan Injil Minggu, Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, Bait Pengantar Injil, Mazmur, Butir Permenungan, Iman Katolik, Gereja Katolik, Katolik Roma, Bacaan Injil Katolik, Injil Tahun 2020, Liturgi, Bacaan Liturgi, Kalender Gereja Katolik, renungan katolik hari ini, renungan pagi katolik, bacaan hari ini iman katolik, renungan harian katolik hari ini, bacaan harian katolik, bacaan injil katolik hari ini, injil katolik hari ini, fresh juice, renungan harian fresh juice, bacaan hari ini katolik, bacaan harian katolik hari ini, renungan injil hari ini, renungan rohani katolik, injil hari ini katolik, renungan pagi katolik hari ini, renungan katolik bahasa kasih, injil hari ini agama katolik, renungan harian katolik ziarah batin, bacaan injil serta renungannya, renungan harian katolik ruah, 2020, Alkitan, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Sabda Tuhan

Bacaan Pertama Minggu 6 Desember 2020

† Yesaya 40:1-5.9-11

Beginilah firman Tuhan, "Hiburkanlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru, 'Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditimbuni, setiap gunung dan bukit diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekuk-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama. Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.' Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, 'Lihat, itu Allahmu!' Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati."
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan Minggu 6 Desember 2020

† Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita. *Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit. *Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberi hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bacaan Kedua Minggu 6 Desember 2020

† 2 Petrus 3:8-14

Saudara-saudaraku terkasih, hal yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya demikian. Tetapi Tuhan sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat, dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api; bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup. Kamu menantikan dan berusaha mempercepat kedatangan hari Allah Pada hari itu langit akan binasa oleh api dan unsur-unsur dunia akan lebur oleh nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji Allah, kita menantikan langit dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku terkasih, seraya menantikan semuanya itu kamu berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan Allah, dan dalam perdamaian dengan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil Minggu 6 Desember 2020

† Lukas 3:4.6

Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya; dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Bacaan Injil Minggu 6 Desember 2020

† Markus 1:1-8

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya, 'Lihatlah Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,' demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan, "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Lalu datanglah kepada Yohanes orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengakui dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya, "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku. Membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Minggu 6 Desember 2020

† Renungan Harian Katolik Minggu 6 Desember 2020

Berbelas kasih adalah sikap cinta dimana orang dengan sukacita berbagi dengan sesama. Orang yang berbelas kasih ber bahagia berbagi dengan sesama, bukan karena dia berkelimpahan tetapi karena dia. Penuh syukur karena orang yang berbelas kasih sadar bahwa baik hidupnya maupun apa yang ada padanya adalah anugerah dari Tuhan. Mukzijat penggandaan roti dan ikan, yang dilakukan oleh Yesus dalam Injil hari ini memberi contoh kepada para murid untuk hidup dalam berbelas kasihan dan berbagi dengan sesama. Ketika menantang para murid sebagai pelayan terdekat pada-Nya. Yesus meminta mereka untuk memberi makan kepada sekian banyak orang yang sudah sekitar tiga hari mengikuti-Nya. Pasti mereka kelaparan, karena kurang bekal yang mereka bawa sudah habis. Para murid kebingungan karena mereka hanya berpikir berdasarkan kemampuan diri mereka sendiri .Mereka gagal berpikir dari pihak Yesus, padahal mereka tahu bahwa untuk Yesus tidak ada yang tidak mungkin. Yesus mengajar kita untuk selalu berbagi, berbagi sebagi tanda syukur dan kasih. Berbagi bukan hanya untuk memberdayakan orang lain agar bisa mandiri untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Tetapi berbagi juga seperti Yesus lakukan, yaitu memberi makan kepada yang lapar dan minum kepada yang haus, mengunjungi orang sakit, menghibur yang berduka, mengobati yang luka dan lain lain. Ini berarti, kita perlu juga memberi langsung kepada mereka yang berkekurangan apa yang mereka butuhkan. Baik kalau kita beri kail kalau yang diminta itu ikan, tetapi juga perlu memberi ikan langsung kalau itu yang sungguh dibutuhkan oleh mereka.

Butir Permenungan Minggu 6 Desember 2020

† Butir Renungan Minggu 6 Desember 2020

Saling menyalahkan, itulah salah satu dari perbuatan dosa. Lihat saja pada bacaan pertama hari ini Setelah Adam dan Hawa memakan buah terlarang itu, mereka menjadi sadar kalau mereka telanjang. Kini mereka harus menanggung dosa, yakni penderitaan dan maut. Saat ditemui Tuhan, Adam berkata bahwa ini semua gara gara wanita itu, lalu saat Hawa ditanyai Tuhan Hawa menyalahkan ular. Demikianlah ciri khas dosa, saling menyalahkan. Bandingkan dengan apa yang dibuat Yesus, Sang Adam Baru pada Injil hari ini , Yesus digerakkan oleh belas kasihan kepada orang banyak yang kelaparan. Inilah ciri khas rahmat Allah yang menjadi lawan dari dosa. Belas kasihan, solidaritas dan bela rasa . Belas kasihan dan solidaritas itu membuat Tuhan Yesus memberikan makan kepada empat ribu orang. Marilah kita meneliti model kehidupan keluarga atau komunitas kita ,suka ada sesuatu yang tidak beres diantara kita, lalu kita saling menyalahkan orang lain, nah itulah komunitas Adam dan Hawa. Namun apabila ada yang tidak beres diantara kita, kita langsung mengakui kesalahan kita masing masing, saling memaafkan karena sikap belas kasih itu, dan saling menanggung bersama semuanya, nah inilah komunitas kristiani sejati.

Doa

† Doa Penutup

Ya Tuhan, bebaskanlah kami dari rasa pelit dan jiwailah kami dengan rasa belas kasih , agar orang lain merasakan kebaikanku . Amin.


Download di Play Store ->> KLIK DISINI


X