Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bacaan Injil dan Renungan (Sabtu, 2 Januari 2021)


Bacaan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Januari 2021 Sabtu 2 Januari 2021, 2 Januari 2021, Bacaan, Injil, Bacaan Injil, Renungan, Renungan Harian, Katolik, Renungan Harian Katolik, Bacaan injil hari ini, renungan hari ini, bacaan injil besok,  renungan besok, renungan katolik, renungan kristen, Injil Matius, Injil Lukas, Injil Yohanes, Injil Markus, Bacaan Injil Senin, Bacaan Injil Selasa, Bacaan Injil Rabu,Bacaan Injil Kamis,Bacaan Injil Jumat, Bacaan Injil Sabtu,Bacaan Injil Minggu, Bacaan Pertama, Bacaan Kedua,Bait Pengantar Injil,Mazmur, Butir Permenungan,Iman Katolik,Gereja Katolik,Katolik Roma,Bacaan Injil Katolik,Injil Tahun 2020, Liturgi, Bacaan Liturgi,Kalender Gereja Katolik, renungan katolik hari ini,renungan pagi katolik,bacaan hari ini iman katolik,renungan harian katolik hari ini, bacaan harian katolik,bacaan injil katolik hari ini,injil katolik hari ini,fresh juice,renungan harian fresh juice,bacaan hari ini katolik,bacaan harian katolik hari ini,renungan injil hari ini,renungan rohani katolik, injil hari ini katolik,

Daftar Isi

Yohanes 1:19-28

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
Demikianlah Injil Tuhan

Renungan Harian Katolik

Menjadi terkenal adalah impian banyak orang. Ketika Indonesia dilanda wabah covid-19, banyak orang ingin terkenal dengan segala cara bahkan dengan cara yang tidak sehat. Bagi Rasul Paulus, menjadi terkenal dengan mengingkari kehendak Allah adalah anti Kristus. Pasalnya, ujung-ujungnya bukan kemuliaan Allah melainkan untuk ketenaran dirinya. Apa yang dirindukan Paulus sudah dihidupi oleh Yohanes Pembaptis. Pesan yang dibawakan sangat radikal: janji tentang Mesias. Sebagai orang yang masih muda dan belum ‘punya nama’ Yohanes menimbulkan kontroversi pada zamannya. Itu sebabnya banyak pemimpin agama Yahudi mencoba memeriksa ajarannya. Mereka menanyakan apakah Yohanes adalah perwujudan Elia, nabi terkenal dalam Perjanjian Lama. Mereka juga menanyakan apakah ia adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Dalam menjawab semua pertanyaan tersebut, Yohanes tidak berdusta. Yohanes tidak memanfaatkan situasi dan kesempatan untuk meninggikan dirinya. Sebagai ‘orang baru’ yang disamakan posisinya dengan Elia dan Mesias pastilah amat membanggakan. Dalam hal inilah karakter Yohanes diuji, ternyata ia jujur dan tidak memanfaatkan kesempatan untuk mencari ketenaran bagi dirinya sendiri. Ia tahu, siapa dirinya, yakni seorang hamba Tuhan. Ketika Yohanes diperhadapkan dengan pertanyaan mengenai pelayanannya, ia menyatakan kedudukannya sama sekali tidak layak jika dibandingkan dengan Mesias yang akan datang. Yohanes menjadi contoh nyata bagaimana seorang pelayan, yaitu tidak memanfaatkan kesempatan untuk mencari kepentingan sendiri. Seorang pelayan adalah seorang yang rendah hati. Tidak merasa hebat karena ia tahu semua yang ada padanya adalah milik Allah. Marilah kita menjadi hamba dan saksi Kristus yang setia dan rendah hati. Bapa Yang Mahabaik, jauhkanlah hati kami dari rasa tinggi hati dan berilah kami kerendahan hati dan semangat rela berkurban dalam mewartakan kasih-Mu di tengah dunia. Amin.

Admin
Admin Permudah akses Anda membaca dengan mendownload Aplikasi di Play Store. Klik Disini