Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Katolik (Jumat, 29 Januari 2021)

Bacaan Injil Jumat 29 Januari 2021, Renungan Katolik Jumat 29 Januari 2021, Renungan Harian Katolik, Jumat, 29 Januari 2021


Bacaan Injil Jumat 29 Januari 2021, Renungan Katolik Jumat 29 Januari 2021, Renungan Harian Katolik, Jumat, 29 Januari 2021, Injil Hari Ini, Bacaan Injil Hari Ini, Bacaan Injil Katolik Hari Ini, Bacaan Injil Hari Ini Iman Katolik, Bacaan Injil Katolik Hari Ini, Bacaan Kitab Injil, Bacaan Injil Katolik Untuk Hari Ini, Bacaan Injil Katolik Minggu Ini, Renungan Katolik, Renungan Katolik Hari Ini, Renungan Harian Katolik Hari Ini, Renungan Harian Katolik, Bacaan Alkitab Hari Ini, Bacaan Kitab Suci Harian Katolik, Bacaan Injil Untuk Besok, Injil Hari Jumat

Bacaan Pertama

Ibrani 10:32-39

Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya.

Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upah yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis: "Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan lagi kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa! Sebaliknya: kita ini orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan

Mzm 37:3-4.5-6.23-24.39-40

Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.

*Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!

*Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.

*Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; kalaupun ia jatuh, tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.

*Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil

Matius 11:25

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil Jumat 29 Januari 2021

Markus 4:26-34

Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah hal Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi.

Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya." Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Katolik Jumat 29 Januari 2021

Dengan perayaan ini, Tuhan ingin agar kita mengalami bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar daripada segala dosa kita. Karena itu, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dengan membagikannya kepada sesama. Pesan ini dikenal dengan istilah “ABC Kerahiman”.

Pertama, Ask for His mercy (Mohon belas kasih Allah), Allah menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa terus menerus, menyesali dosa dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya. Dalam kenyataan, sering ada orang yang putus asa dalam berdoa, karena merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan dan mengabulkan permohonannya. Dalam Injil hari ini (Markus 4:26-34), Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa sebagaimana benih diladang berkembang melalui satu proses panjang sampai saat panen tiba, demikian juga halnya dengan Kerajaan Allah atau iman akan Allah. Allah senantiasa mengabulkan doa kita, walaupun dengan cara dan saat yang berbeda sesuai dengan permohonan kita.

Kedua, Be merciful (Berbelas kasih kepada sesama), Allah menghendaki agar kita menerima belas kasih-Nya dan mengajak kita untuk memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama, seperti yang telah dilakukan-Nya kepada kita. Melalui wejangan hari ini, Tuhan Yesus pun menegaskan bahwa Kerajaan Allah berkembang dalam dunia nyata, tempat kita ada dan mengais hidup, dalam relasi yang kita jalin dengan orang lain, dan dalam tugas tugas harian kita, Karena itu, belas kasih Allah yang kita peroleh, dapat kita salurkan pada sesama.

Ketiga, Completely trust (Percaya penuh pada Allah). Rahmat yang kita peroleh, tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Makin kita percaya kepada-Nya. makin berlimpah rahmat yang kita terima. Namun, iman itu butuh “proses” : dirawat, dibersihkan dan diperbaharui. Seperti benih yang membutuhkan tanah yang subur dan perawatan yang cukup untuk bertumbuh, iman kita pun membutuhkan tempat yang layak dalam hati kita. Iman kita membutuhkan tempat yang layak dalam hati kita, Bagaimana tempat yang layak? Ciptakan ladang hati yang bersih, maka rahmat belas kasih Allah akan bertumbuh subur dalam hidup kita, benih iman kita pun berbuah dalam kehidupan, sehingga semua orang dapat merasakan bahwa Allah sungguh maharahim.

Butir Permenungan Jumat 29 Januari 2021

Karena dijajah oleh bangsa Romawi, kebanyakan orang Yahudi mengharapkan seorang Mesias yang membebaskan dan memerdekakan mereka secara sosial politik. Itulah tanda nyata bahwa Allah mereka berkuasa dan memerintah sebagaimana dahulu kala. Kebanyakan murid Yesus juga berharap bahwa Yesus adalah Mesias politis seperti itu. Mengubah pandangan dan pola pikir yang sudah membeku sungguh tidak mudah.

Karena itu dengan berbagai cara Yesus menjelaskan dan menghadirkan Kerajaan Allah yang berbeda. Manusia harus diyakinkan bahwa Kerajaan Allah berasal dari Allah, bukan dari manusia ataupun agama. Allah memerintah dunia dan manusia dengan cara cara yang mengejutkan dan tidak terduga. Beberapa segi dari misteri itulah yang dijelaskan Yesus dengan bantuan dua perumpamaan kecil dari dunia pertanian yang merupakan kontek nyata para pendengar-Nya. Perumpamaan pertama berbicara tentang benih, Perhatikan bahwa si petani hanya aktif di awal dan di akhir, waktu menabur dan saat menuai.

Diantara dua titik itu si petani pasif, Ia tidur dan bangun tanpa menyadari apa yang terjadi. Justru benihlah yang aktif bertumbuh dengan sendirinya. Inilah pesan yang pertama Allah turun tangan jika kita besedia lepas tangan Bukan berarti apatis atau bermalas malasan, Sikap yang dimaksud adalah percaya bahwa Allah tengah aktif dan bekerja.Tugas anda dan saya hanya satu, terus menabur benih firman-Nya. Benih Kerajaan Allah yang Yesus wartakan dan kita lanjutkan itu pasti bertumbuh dengan sendirinya. Pertumbuhan itu diluar kontrol dan pemahaman kita. Tak seorangpun mampu memperlambat atau mempercepat proyek Allah.

Saat panenpun bukanlah urusan kita, Itu pesan yang kedua, Benih yang sudah mmmatang itulah yang meenentukan kapan saatnya harus dipanen, Ini jelas dari frasa “apabila benih itu sudah cukup masak” yang secara harafiah berbunyi “apabila buah mengijinkannya” Masa tuaian tidak ditentukan oleh perhitungan dan kalkulasi manusia, tetapi oleh buah itu sendiri. Manusia hanya dapat menunggu dengan berharap dan percaya Kerajaan Allah akan sepenuhnya terjadi.

Doa Penutup

Ya Tuhan yang maharahim, berilah kami kesabaran dan tanpa kenal lelah menabur. Amin.

Admin
Admin Download Aplikasi di Play Store Klik Disini