Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beata Christina Ciccarelli

Perayaan : 18 Januari
Matthia Ciccarelli, Christina dari Aquila.
Beata Christina Ciccarelli,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense ,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets ,Workers' Compensation

Menjadi rubiah

Beata Christina hidup pada abad keenambelas. Ia dilahirkan di Abruzzi, Italia dan dibabtis dengan nama : Matthia Ciccarelli. Setelah tumbuh dewasa, Matthia merasakan panggilan untuk hidup dalam doa dan silih. Ia memilih untuk menjadi seorang rubiah. Matthia masuk Biara St Agustinus di Aquila. Ia dipanggil Suster Christina.

Baca Juga : Santo Gregorius dari Nazianzen Tua

Menjadi Kepala Biara

Kehidupan Suster Christina sebagai seorang biarawati adalah kehidupan yang tersembunyi dan sunyi. Tetapi masyarakat Aquila segera mengetahui keindahan panggilan biarawati ini. Suster Christina dan para biarawati lainnya mendatangkan banyak berkat bagi mereka melalui hidup bakti dalam doa. Suster Christina memang tinggal dalam biara tertutup, tetapi ia amat sadar akan kebutuhan orang-orang miskin di daerahnya. Ia dan para biarawati lainnya memberikan apa saja yang dapat mereka lakukan bagi penduduk di sana. Suster Christina juga senantiasa peduli akan salib dan penderitaan yang ditanggung penduduk. Ia berdoa dan mempersembahkan matiraga kepada Tuhan bagi intensi-intensi mereka. Setelah moeder lama meninggal, Suster Christina lalu ditunjuk sebagai kepala biara yang baru.

Baca Juga : Santo Gerlakus

Mukjizat

Yesus memberkati Suster Christina dengan karunia ekstasi dan kemampuan untuk sekali waktu mengetahui hal-hal yang akan datang. Tuhan bahkan menggunakannya untuk mengadakan mukjizat demi kebaikan yang lain. Suster Christina terkenal karena kesalehan, kerendahan hati, dan kemurahan hati kepada orang miskin. Ia sering diminta sebagai pembimbing rohani oleh umat dari semua lapisan masyarakat. Pada hari raya Corpus Christi, umat menyaksikan Christina terlihat melayang, dan wajahnya memncarkan cahaya keemasan. Christina juga mengalami sebuah penglihatan pada hari Jumat Agung dan menyebabkan ia mendapatkan stigmata pada hari berikutnya.

Baca Juga : Santo Arnoldus Janssen

Wafat

Ketika Suster Christina wafat, anak-anak kecil di Aquila melintasi jalanan sembari menyerukan bahwa biarawati kudus itu telah wafat. Itu terjadi pada tanggal 18 Januari 1543. Orang banyak berduyun-duyun datang sebagai ungkapan hormat dan terima kasih sebab ia telah menjadi anugerah bagi kota mereka.

© Renungan Katolik Hari ini