Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Silakan klik pada tanggal untuk mendapatkan bacaan secara lengkap

Kalender Liturgi Juni - 2021

MinSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Ke 12 Murid Yesus Kristus (Simon hingga Yudas)

12 Murid Yesus Murid Yesus, Rasul Yesus, 12 Murid Yesus, Bacaan, Injil, Bacaan Injil, Renungan, Renungan Harian, Katolik, Renungan Harian Katolik, Bacaan injil hari ini, renungan hari ini, bacaan injil besok, renungan besok, renungan katolik, renungan kristen, Injil Matius, Injil Lukas, Injil Yohanes, Injil Markus, Bacaan Injil Senin, Bacaan Injil Selasa, Bacaan Injil Rabu,Bacaan Injil Kamis,Bacaan Injil Jumat, Bacaan Injil Sabtu,Bacaan Injil Minggu, Bacaan Pertama, Bacaan Kedua,Bait Pengantar Injil,Mazmur, Butir Permenungan,Iman Katolik,Gereja Katolik,Katolik Roma,Bacaan Injil Katolik,Injil Tahun 2021, Liturgi, Bacaan Liturgi,Kalender Gereja Katolik, renungan katolik hari ini,renungan pagi katolik,bacaan hari ini iman katolik,renungan harian katolik hari ini, bacaan harian katolik,bacaan injil katolik hari ini,injil katolik hari ini,fresh juice,renungan harian fresh juice,bacaan hari ini katolik,bacaan harian katolik hari ini,renungan injil hari ini,renungan rohani katolik, injil hari ini katolik, renungan pagi katolik hari ini,renungan katolik bahasa kasih, injil hari ini agama katolik,renungan harian katolik ziarah batin,bacaan injil serta renungannya, renungan harian katolik ruah,2021,Alkitab,Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Sabda Tuhan

Kata rasul dalam teologi Kristen ditulis menggunakan bahasa Yunani 'Apostolos' yang jika diartikan secara harfiah adalah utusan. Selama perjalanannya menyebarkan pesan damai dan ajaran Kristiani, Yesus Kristus mempunyai murid-murid yang membantu melayani pengajaran-Nya. Murid-murid tersebut dikenal dengan sebutan 12 Rasul Yesus.

Dalam beberapa referensi disebutkan kedua belas Rasul Yesus melambangkan kedua belas suku Israel, yaitu bangsa pertama yang dipilih Allah untuk menerima janji keselamatan. Selama mengikuti Yesus, kedua belas Rasul dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dan penerus ajaran cinta kasih kepada dunia setelah Yesus kembali ke surga. Dijelaskan di Alkitab (Lukas 6:12-16), Yesus berdoa selama beberapa malam sebelum memilih murid-muridNya.

Berikut rangkuman kisah rasul Yesus yang bekerja sebagai penjala manusia, mulai dari Simon Petrus hingga Yudas Iskariot.

1. Simon Petrus

Petrus atau Kefas (nama yang diberikan Yesus) adalah seorang nelayan dari Galilea sebelum menjadi pengikut Yesus. Dikisahkan dalam Injil Matius dan Markus, Yesus menghampiri Petrus saat sedang menjala ikan.
Nama Kefas yang diberikan Yesus dalam bahasa Aram berartu 'Batu' sedangkan dalam bahasa Yunani berarti 'Petra'. Di kemudian hari, panggilan Petrus lebih banyak digunakan karena bahasa Yunani adalah bahasa universal pada saat itu.
Pemberian nama tersebut juga mengisyaratkan kepercayaan Yesus terhadap Petrus yang akan meneruskan ajaran Yesus, seperti yang tertulis pada injil Matius, bahwa Yesus meletakkan landasan gerejanya di atas Petrus.
Usai kematian Yesus, Petrus aktif menyebarkan ajaran Kristen hingga ke kota Roma hingga menjadi Paus pertama bagi kaum Kristiani.
Petrus menjadi paus selama lebih kurang 25 tahun. Sebelum wafat disalib, jenazahnya dimakamkan di tempat yang kini menjadi altar Basilika Santo Petrus.

2. Andreas

Saudara kandung dari Petrus ini juga menjadi pengikut Yesus. Dalam injil Yohanes, Andreas tercatat sebagai murid dari Yohanes Pembaptis yang mengajak masyarakat untuk bertobat dan dibaptis di Sungai Yordan.
Andreas mempunyai peran dalam mukjizat saat Yesus memberi makan lima ribu orang. Andreas-lah yang membawa anak dengan nampan lima roti dan dua ikan kepada Yesus. Sepeninggal Yesus, Andreas mengabarkan ajaran Yesus hingga ke Rusia dan Yunani.
Simbolik dari Andreas yang diabadikan hingga saat ini adalah Salib X yang tertera pada bendera nasional Skotlandia. Simbol salib X digunakan sebagai lambang pelindung Skotlandia sejak abad ke-8.

3. Yakobus

Yakobus Bin Zebedeus adalah kakak dari rasul Yohanes. Yesus memberinya julukan Boanerges yang artinya Putra Gemuruh manakala Yakobus marah kepada orang-orang Samaria yang menolak Yesus.
Yakobus diyakini menyebarkan ajaran Yesus di Hispania, Galicia, Spanyol, Guimaraes, dan Portugal. Sekembalinya Yakobus ke tanah Yudea, dia dihukum mati oleh Herodes Agripa I pada 44 masehi.
Kematiannya menggenapkan ramalan Yesus tentang kesiapan Yakobus meminum cawan penderitaan Yesus. Yakobus adalah martir pertama dari 12 Rasul Yesus.
Untuk menghormati semangat misionarisnya, penduduk Spanyol kala itu membuatkan tempat ziarah termasyhur, Katedral Santiago de Compostela di Coruna, Spanyol.

4. Yohanes

Nama Yohanes dalam bahasa Yunani ditulis Ioannes yang artinya Tuhan adalah Maha Pemurah. Yohanes adalah adik kandung Yakobus yang menjadi salah satu dari 12 Rasul Yesus.
Yohanes merupakan murid Yesus yang paling setia, bahkan mendampingi Bunda Maria ketika Yesus disalib, bahkan Yesus meminta Yohanes menjaga Bunda Maria.
Dalam misionaris, Yohanes bekerja sama dengan Petrus mengenalkan Yesus kepada orang samaria di Yerusalem. Kemudian pada tahun 60 masehi, dikatakan Yohanes pergi ke Asia kecil dan menjadi Uskup di kota Efese.
Selama misi penginjilannya, Yohanes menulis tiga kitab, yaitu 1 Yohanes, 2 Yohanes, dan 3 Yohanes, serta Kitab Wahyu.
Yohanes merupakan rasul Yesus yang paling lama hidup dan paling banyak menulis Kitab Suci. Yohanes dikenal sebagai rasul kasih karena banyak menulis tentang cinta kasih.
Penulisan tentang kasih sekaligus membuktikan bahwa watak keras manusia bisa diubah oleh Tuhan.

5. Filipus

Tidak banyak kisah tentang rasul Filipus yang tertulis di Alkitab, kecuali pada Injil Yohanes yang cukup rinci menuliskan tentang Filipus.
Menurut Injul Yohanes, Filipus pertama kali bertemu Yesus di Betania, sebuah kota kecil di tepi Danau Galilea. Meski Alkitab tidak menceritakan pekerjaan Filipus, dimungkinkan ia juga seorang nelayan.
Setelah menjadi murid Yesus, FIlipus segera bersaksi dan menyebarkan ajaranNya. Orang pertama yang Ia berikan kesaksian tentang Yesus adalah temannya Natanael.
Natanael awalnya tidak memercayai perkataan FIlipus, terlebih anggapan buruk terhadap orang yang berasal dari Galilea, yang dianggap wilayah terbelakang.
Namun, pandangan Natanael berubah total setelah melihat dan mendengarkan ajaran Yesus.
Setelah kenaikan Yesus ke surga, beberapa catatan gereja mencatat pelayanan Filipus ke sejumlah daerah hingga kematiannya. Disebutkan Filipus mewartakan Injil ke Prancis, Rusia, Turki, hingga India.
Ajalnya tiba saat Filipus berhasil menyembuhkan dan menobatkan istri wali kota Hierapolis (Turki) saat itu menjadi Kristen. Wali kota Hierapolis kemudian menyalib Filipus secara terbalik.
Meski demikian Filipus tetap berkhotbah sampai ia wafat. Catatan lain, mengatakan Filipus wafat sebagai martir dengan kepalanya dipenggal oleh wali kota Hierapolis.

6. Bartolomeus

Bartolomeus menjadi murid Yesus yang keenam dari kisah 12 Rasul Yesus. Banyak para ahli Alkitab menafsirkan sosok Bartolomeus adalah Natanael sahabat Filipus.
Hal ini didasarkan pada Injil Sinoptik (Injil Perjanjian Baru yang ditulis Matius, Markus, dan Lukas) nama Filipus dan Bartolomeus selalu disebutkan bersama, sedangkan Natanael tidak disebut.
Sementara pada Injil Yohanes, nama Filipus dan Natanael disebutkan bersama, namun nama Bartolomeus tidak disebutkan. Dalam penyebaran agama Kristen, Bartolomeus atau Natanael sebagai misionaris pergi ke India, Ethiopia, Mesopotamia (Irak), Parthia (Iran bagian Timur), dan Armenia.
Menurut Eusebius (Sejarawan Gereja 260 - 340 Masehi) dalam tugas misionaris di India, Bartolomeus meninggalkan sebuah salinan Injil Matius.
Sementara dalam tugas misionarisnya ke Armenia, Bartolomeus berhasil menobatkan Raja Armenia, Polymius, menjadi penganut Kristen.
Hal ini mendapat pertentangan dari saudara Polybius, Astyages, yang kemudian menangkap Bartolomeus hingga menyalibkan posisi terbalik.
Ilustrasi kematian Bartolomeus tergambar di lukisan Michaelangelo bertajuk Last Judgement atau Pengadilan Terakhir.
Untuk menghormati karya misionaris rasul Yesus, Bartolomeus, warga Armenia abad lampau mendirikan biara Saint Bartholomew Monastery. Reruntuhan biara itu dapat masyarakat dunia lihat di provinsi Vaspurakan, Turki bagian tenggara.

7. Thomas

Dalam bahasa Aram nama Tomas berarti anak kembar, meski tidak diberitakan siapa nama kembaran Tomas dan kapan ia menjadi murid Yesus.
Nama Tomas di Alkitab hanya disebutkan dalam tiga peristiwa pada Injil Yohanes. Pertama, ketika Yesus hendak kembali ke Yudea, dan murid lainnya memperingatkan Yesus agar tidak ke sana, sebab masyarakat Yudea tidak menyukai Yesus.
Hanya Thomas yang mengajak murid lainnya agar tidak takut dan tetap setiap mengikuti Yesus (Yohanes 11:16).
Kedua, saat Tomas bertanya kepada Yesus, ke mana Yesus akan pergi (Yohanes 14:5). Ketiga, saat ketidakpercayaan Tomas akan kebangkitan Yesus, dan meraba bekas luka salib Yesus sewaktu penampakan diri kepada murid-muridNya (Yohanes 20:28).
Menurut catatan gereja, Thomas termasuk salah satu Rasul Yesus yang melakukan penyebaran Injil ke daratan timur seperti Persia dan di India yang saat itu berada di luar perbatasan kekaisaran Romawi.
Konon Thomas wafat sebagai martir dan dikuburkan di kota Madrash (saat ini bernama Chennai).
Untuk menghormati perjuangan Thomas mengenalkan Injil dan Tuhan Yesus, Portugis membangun sebuah gereja pada 1892. Pembangunan kemudian diteruskan oleh Inggris pada 1896 yang diberi nama National Shrine of Saint Thomas Cathedral Basilica.

8. Matius

Dalam bahasa Yunani, nama Matius ditulis dengan Matthaios, yang berasal dari bahasa Ibrani Mattiyahu artinya Pemberian Tuhan. Para ahli Alkitab menduga nama Matius adalah nama pemberian Yesus.
Sebelum dipanggil Yesus untuk menjadi muridNya, Matius terlebih dulu dikenal sebagai pemungut pajak di Kapernaum. Dalam Perjanjian Baru, Matius dikatakan sebagai saksi kebangkitan dan kenaikan Yesus ke Surga.
Dalam misi penginjilannya, Matius berkarya selama 15 tahun dan mengajarkan Injil kepada masyarakat Yahudi di Yudea, serta berkeliling ke Ethiopia, Makedonia, Persia, dan Partia.
Matius dipercaya sebagai penyusun atau sumber utama dari Injil Matius. Pasalnya sebagai seorang pejabat pemerintah di Kapernaum, pemungut pajak harus dapat berbahasa Aram dan Yunani.
Selain itu, juga harus dapat menulis. Bahasa Yunani saat itu adalah bahasa internasional dalam perdagangan umum. Para teolog masa itu mencatat Matius menulis dalam bahasa Ibrani (Aram), namun kemudian diterjemahkan ke bahasa Yunani seiring penyebaran Injil dan ajaran Yesus.
Keteguhan dan kegigihannya dalam menyebarkan agama Kristen dan Yesus, membuat status Matius sebagai Santo diakui oleh gereja Katolik maupun Ortodoks.
Dalam lukisan Gereja Katolik, sosok Matius dilukis sebagai seorang pria bersayap yang menunjuk ke malaikat yang mendiktenya saat dia menulis.
Tiga lukisan kisah hidup Matius diabadikan oleh pelukis tersohor abad lampau, Caravaggio di Gereja San Luigi dei Francesi di Roma.
Tidak ada kepastian soal tempat dan penyebab Matius wafat sebagai martir. Jasad Matius dimakamkan di Cathedral of Saint Mary of the Angels, di Salerno, Italia.

9. Yakobus anak Alfeus

Nama Yakobus anak Alfeus hanya disebut dalam daftar para rasul (Matius 10:3). Sebagian pakar Alkitab menyebut Yakobus anak Elfeus masih memiliki hubungan saudara dengan Matius.
Sementara pendapat lain menyatakan Yakobus adalah sama dengan Yakobus muda. Sebutan muda disematkan untuk membedakan dengan Yakobus anak Zebedeus.
Para pakar juga berpendapat kemungkinan Yakobus anak Alfeus adalah sepupu dari Yesus lantaran ada kesamaan fisik dengan Yesus. Hal ini kemudian berkaitan dengan Yudas Iskariot yang menyerahkan Yesus melalui ciuman di pipi pada malam Yesus dikhianati (Markus 14:43-4).
Berbeda dengan rasul lainnya, Yakobus tidak melangkah jauh dalam menyebarkan paham Kristiani. Yakobus memilih berkarya di Yerusalem hingga dia dinobatkan sebagai Uskup pertama Yerusalem dan bergelar Yakobus si Adil atau Yakobus yang Kudus.
Tidak dijelaskan secara rinci penyebab dan tahun berapa Yakobus wafat. Sejumlah teori mengatakan Yakobus tewas setelah dilempari batu. Versi lain menyebut Yakobus dilempar dari Menara Bait Allah, namun karena tidak mati, kepalanya dipukul sampai mati.

10. Tadeus

Tak banyak yang tercatat tentang Tadeus di Alkitab. Karya penginjilannya mencakup Yudea, Samaria, Idumea, Suriah, Mesopotamia, dan Libya. Konon, Tadeus bersama Santo Bartolomeus adalah rasul pertama yang membawa agama Kristen ke Armenia.
Karena itu, penduduk Armenia menobatkan kedua rasul tersebut dengan mendirikan dua buah Biara Apostolik di Armenia yaitu Biara Santo Thaddeus dan Santo Bartolomeus.
Diprediksi Tadeus wafat sekitar tahun 65 Masehi di Beirut, provinsi Romawi Suriah. Diduga kematiannya akibat dipasung. Santo Tadeus dikenal sebagai Santo pelindung bagi umat yang pupus harapan.

11. Simon orang Zelot

Menurut catatan Perjanjian Baru pada Alkitab Deuterokanonika, Simon orang Zelot disebut juga sebagai Simon Kananaios atau Simon orang Kanani. Tidak banyak jejak kerasulannya yang tertulis di Alkitab.
Begitupun informasi tentang dirinya dan kapan Yesus mengajaknya menjadi rasul. Dirumorkan, dia dan Tadeus menyebarkan Injil ke Persia dan Mesir, dan wafat sebagai martir.

12. Yudas Iskariot

Nama Yudas Iskariot berada pada urutan terakhir dari kisah 12 Rasul Yesus. Tidak disebutkan secara pasti kapan Yesus memanggil Yudas Iskariot menjadi muridNya.
Namun, sosok Yudas dalam kisah para rasul sudah digambarkan sebagai pengkhianat karena perbuatannya dan kegagalannya menghayati rahmat dan tugas sebagai rasul Yesus.
Dalam Injil Matius 27:3-5 dikatakan Yudas Iskariot menyesal telah menjual Yesus hingga dijatuhi hukuman mati, dan mengaku diri berdosa akibat perbuatannya.
Namun kemudian, Yudas memilih gantung diri. Paparan kitab ayat dari Alkitab ini, menunjukkan gambaran negatif seorang manusia dalam menjawab panggilan Tuhan.
Dengan melakukan bunuh diri, Yudas seakan menolak rahmat pengampunan atau pertobatan dari Allah. Setelah kematiannya, Petrus dan murid lainnya mengadakan pemilihan terkait pengganti Yudas.
Pemilihan dilakukan secara mengundi, dan menghasilkan Matias sebagai pengganti Yudas Iskariot.

 => Daftar Bacaan dan Renungan Harian Bulan Juni 2021