Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Anastasius dari Persia

Perayaan : 22 Januari
Santo Anastasius dari Persia,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets ,Workers' Compensation

Martir Persia

Santo Anastasius adalah seorang Kristen dari Persia yang meninggal sebagai martir. Pada awalnya Anastasius adalah seorang tentara Persia bernama Magundat. Pada tahun 614 raja Persia, Chosroes Abhanwez menggempur kota suci Yerusalem. Magundat ikut serta dalam penyerbuan tersebut. Yerusalem jatuh ke tangan Persia, tapi prajurit muda Magundat jatuh hati dengan kehidupan dan perilaku orang-orang Kristen di Yerusalem. Hatinya terpana menyaksikan kerukunan dan semangat saling mencintai di antara mereka. Kalbunya terusik dan ingin ia menggabungkan diri dengan umat ini.

Baca Juga : Santo Marius, Abacus, Audifax dan Santa Marta

Dibaptis

Ia kemudian keluar dari dinas ketentaraan, lalu minta dibaptis. Ia dibabtis oleh Patriark Yerusalem, Modestus, dan diberi nama Anastasius. Ia kemudian masuk ke sebuah biara di Palestina.

Baca Juga : Santo Antonius Pertapa

Mengabarkan Injil

Cintanya akan Kristus tak pernah padam. Selang beberapa Tahun kemudian, Anastasios diutus ke Caesarea untuk mengabarkan Injil kepada angkatan perang Persia. Tetapi ia ditangkap, didera dan dipaksa kerja berat. Beberapa kali ia dibujuk dan diancam agar menyangkal imannya. Namun Anastasios tetap teguh pada imannya. Tentara Persia semakin gusar, maka ia dikirim kembali ke Persia dengan tangan terbelenggu. Seorang perwira kembali mencoba membujuknya, bahkan dengan siksaan kejam. Namun imannya kokoh bagaikan padas.

Baca Juga : Santo Andre Bessette

Dimakamkan di Roma

Akhirnya bersama 70 orang martir Kristen lain, yang namanya tidak tertulis, Anastasios dicekik sampai mati di Bethsaloe, sebuah desa tepian sungai Eufrat Irak. Jenasahnya dikuburkan disana. Tetapi tak lama kemudian tulang-belulangnya dipindahkan ke Roma dan dimakamkan kembali dalam Gereja Santo Vinsensius dan Anastasios (Tre Fontane).

© Renungan Katolik Hari ini