Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santo Marius, Abacus, Audifax dan Santa Marta

Perayaan : 19 Januari dan 16 January (dalam Jerusalem Martyrology).
Santo Marius, Abacus, Audifax, Santa Marta,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense ,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets ,Workers' Compensation

Santo Marius

Santo Marius adalah seorang bangsawan Romawi yang menjadi martir Kristus pada masa penganiayaan kaisar Claudius II di akhir abad ke-3. Bersama isterinya, Santa Martha, dan dua orang anaknya yaitu santo Audifax dan Santo Abachum, datang ke Roma untuk berziarah. Saat mereka tiba di Roma, dimulailah masa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristen.

Baca Juga : Santo Hilarius dari Poitiers

Santo Abacus

Santo Abacus atau Abachum adalah putera dari Santo Marius dan santa Martha dari Persia. Bersama ayah dan ibunya serta saudaranya Santo Audifax, ia datang ke Roma untuk berziarah. Saat mereka tiba di Roma, dimulailah masa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristen.

Baca Juga : Santo Felix dari Nola

Santo Audifax

Santo Audifax adalah putera dari Santo Marius dan santa Martha dari Persia. Bersama ayah dan ibunya serta saudaranya Santo Abacus, ia datang ke Roma untuk berziarah. Saat mereka tiba di Roma, dimulailah masa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristen.

Baca Juga : Santo Laurensius Giustiniani

Santa Martha

Santa Martha dari Persia adalah isteri Santo Marius, seorang bangsawan Romawi yang menjadi martir Kristus pada masa penganiayaan kaisar Claudius II di akhir abad ke-3. Bersama suaminya, dan dua orang anaknya yaitu santo Audifax dan Santo Abachum, datang ke Roma untuk berziarah. Saat mereka tiba di Roma, dimulailah masa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristen.

Baca Juga : Santa Margareta Bourgeoys

Keluarga yang Peduli

Keluarga ini sangat prihatin melihat nasib umat Kristen yang sedang teraniaya. Oleh karena itu mereka berusaha untuk membantu sebisanya. Tanpa rasa takut mereka mengunjungi orang-orang Kristen yang dipenjara untuk mengihubur dan membawakan makanan. Bila ada seorang Kristen yang dihukum mati, maka mereka akan berupaya memperoleh jasad martir tersebut agar dapat menguburkannya dengan layak.

Baca Juga : Santo Gregorius dari Nazianze

Dihukum Mati

Kegiatan mereka ini akhirnya diketahui oleh penguasa setempat dan seluruh keluarga ini ditangkap. Santa Martha beserta suami dan kedua anaknya lalu di hukum mati dengan cara dipenggal pada tahun 270 di Roma.

© Renungan Katolik Hari ini

Renungan Harian Katolik