Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santa Apolonia dari Alexandria

Perayaan : 9 Februari
Santa Apolonia dari Alexandria,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets ,Workers Compensation

Perawan Kudus

Pada abad ketiga Umat Kristiani mengalami penganiayaan yang hebat diseluruh wilayah kekaisaran Romawi termasuk di kota Alexandria, Mesir. Romawi pada masa itu dipimpin oleh Kaisar Decius. Seorang Kaisar yang sangat kejam dan tercatat merupakan salah seorang kaisar yang paling keji menganiaya orang-orang Kristen. Dimasa penganiayaan itu hiduplah seorang perawan kudus, yang bernama Apolonia.

Apolonia telah mempergunakan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Sekarang, walaupun sudah tidak muda lagi, ia tidak juga hendak beristirahat. Dengan berani ia mempertaruhkan nyawanya untuk menghibur umat Kristiani yang menderita di penjara.

“Ingatlah, bahwa pencobaanmu tidak akan berlangsung lama,” demikian ia akan berkata. “Tetapi sukacita surgawi akan berlangsung selama-lamanya.” Hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum akhirnya Apolonia sendiri juga ditangkap.

Baca Juga : Santo Blasius

Dipaksa Mengingkari Iman

Ketika hakim menanyakan namanya, dengan tegas Apolonia menjawab, “Saya seorang Kristen dan saya mengasihi serta melayani Tuhan yang benar.” Rakyat yang marah menyiksa Apolonia, mereka berusaha memaksanya untuk mengingkari imannya.

Baca Juga : Santo Isidorus dari Pelusium

Penyiksaan

Pertama-tama, semua giginya dihantam dan kemudian dirontokkan. Sungguh sangat aneh, walau dipukul dengan gada besar namun tidak satupun gigi St.Apolonia yang rontok. Itulah sebabnya mengapa orang seringkali mohon bantuan doa St Apolonia ketika mereka menderita sakit gigi. Namun demikian, siksaan yang amat menyakitkan itu tidak mampu menggoncangkan imannya. Apolonia kemudian diancam, jika ia tidak mengingkari Yesus, ia akan dicampakkan ke dalam api yang berkobar-kobar.

Baca Juga : Beata Eugenia de Smet

Wafat

Apolonia tidak membiarkan rasa takut menguasai dirinya. Ia lebih memilih mati dalam kobaran api daripada mengingkari imannya kepada Yesus. Ketika orang-orang kafir melihat betapa gagah beraninya Apolonia, banyak diantara mereka yang bertobat dan menjadi Kristen. Apolonia beserta para tahanan kristen yang lain kemudian wafat dibakar dalam api sebagai martir kristus sekitar tahun 249.

© Renungan Katolik Hari ini

Renungan Harian Katolik