Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santo Caesarius dari Nazianzen

Perayaan : 25 Februari
Santo Caesarius dari Nazianzen,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Bercita-cita Menjadi Dokter

Santo Caesarius hidup pada abad keempat di wilayah yang sekarang disebut Turki. Ayah, ibu, dan saudaranya adalah juga orang-orang kudus. Ayahnya adalah Santo Gregorius dari Nazianzen Tua, Ibunya Santa Nonna dan saudaranya adalah Santo Gregorius dari Nazianze. Bersama saudaranya Gregorius, ia mengenyam pendidikan yang baik. Gregorius bercita-cita menjadi seorang imam; Caesarius bercita-cita menjadi seorang dokter. Keduanya pergi ke sekolah yang akan membantu mereka mencapai cita-cita.

Baca Juga : Santo Montanus

Menyelesaikan Pendidikan

Caesarius menamatkan pendidikan di bidang kedokteran di Konstantinopel. Segera ia menjadi seorang dokter ternama dan terpercaya, sampai Kaisar Konstantius pun menghendaki agar Caesarius menjadi dokter pribadinya. Caesarius berterima kasih kepada kaisar, tetapi secara halus menolak karena Ia ingin kembali ke Nazianzen, kota kelahirannya.

Akan tetapi, beberapa waktu kemudian, Caesarius dipanggil kembali untuk melayani kaisar di Konstantinopel. Pada waktu itu adalah seorang yang dikenal dalam sejarah sebagai Julian si murtad. Seorang yang murtad adalah seorang yang mengingkari iman Kristennya. Orang ini mengemban perintah resmi melawan kekristenan.

Meski begitu, ia bermaksud membebaskan Caesarius dari hukuman, sebab Caesarius adalah seorang dokter yang amat cakap. Kepada Caesarius ditawarkan kedudukan, harta dan hak-hak istimewa. Ayah maupun saudara Caesarius menasehatinya untuk menolak segala tawaran. Mereka menyarankannya untuk pulang ke rumah dan membuka praktek dokter.

Baca Juga : Santa Skolastika

Gempa Bumi

Pada tahun 368, Caesarius nyaris tewas dalam suatu gempa bumi. Ia berhasil lolos tanpa cedera, tetapi amat terguncang oleh kejadian itu. Ia merasa Tuhan mengatakan kepadanya untuk menempuh hidup dalam doa jauh dari keruwetan hidup di istana. Caesarius membagi-bagikan harta miliknya kepada kaum miskin. Ia mulai menempuh hidup dalam doa dan keheningan.

Baca Juga : Santo Isidorus dari Pelusium

Wafat

Santo Caesarius wafat tak lama kemudian pada tahun 369. Homili dalam Misa Pemakamannya disampaikan oleh saudaranya, St Gregorius.

© Renungan Katolik Hari ini

Renungan Harian Katolik