Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Eucherius dari Orleans

Perayaan : 20 Februari
Santo Eucherius dari Orleans,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Masa Kecil

Santo Eucherius hidup di Orleans, Perancis, pada abad kedelapan. Ia diasuh dan dididik secara Kristiani. Satu kalimat dari surat pertama St.Paulus kepada jemaat di Korintus menimbulkan kesan mendalam padanya: “Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu” (1 Korintus 7:31).

Pernyataan ini membuat Eucherius sadar bahwa hidup kita di dunia ini amat singkat. Ia sadar bahwa surga dan neraka akan berlangsung selamanya. Ia bertekad untuk menemukan sukacita surgawi dengan hidup hanya bagi Tuhan saja.

Baca Juga : Santo Flavianus

Masuk Biara

Pada tahun 714, St Eucherius meninggalkan rumahnya yang mewah untuk masuk ke sebuah biara Benediktin. Di sana ia melewatkan tujuh tahun dalam persatuan yang erat dengan Tuhan. Setelah wafat pamannya, Uskup Orleans, pada tahun 721, Eucherius dipilih untuk menggantikannya. Pada waktu itu Eucherius masih berusia duapuluh lima tahun dan amat rendah hati. Ia tak hendak meninggalkan biara yang sangat dikasihinya. Dengan berurai airmata ia memohon agar diijinkan tetap tinggal sendirian bersama Tuhan dalam biara. Tetapi, pada akhirnya ia menyerah atas nama ketaatan. Eucherius menjadi seorang uskup yang bijaksana dan kudus. Ia banyak berbuat baik bagi para imam dan umatnya.

Baca Juga : Santo Barbatus

Dipenjara dan Wafat

Seorang tokoh politik yang berkuasa, Charles Martel, biasa mengambil uang Gereja untuk membiayai perang. Ketika Uskup Eucherius menegurnya, Martel menjebloskannya ke dalam penjara. Uskup pertama-tama dibuang ke Cologne, dan lalu ke sebuah benteng dekat Liege. Tetapi gubernur kepada siapa Martel mempercayakan pengasingan uskup, tergerak hatinya oleh kelemah-lembutan Eucherius terhadap para musuhnya. Beberapa waktu kemudian, sang gubernur dengan diam-diam membebaskan uskup dari penjara dan mengirimkannya ke sebuah biara di Belgia. Di sini, orang kudus kita melewatkan hari-harinya dengan tenang dalam doa hingga wafatnya pada tahun 743

© Renungan Katolik Hari ini
Admin
Admin Download Aplikasi di Play Store Klik Disini