Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Kamis, 25 Maret 2021

RENUNGAN HARIAN KATOLIK

RABU, 17 MARET 2021

HARI RAYA KABAR SUKACITA

Bacaan Injil, Renungan Harian Katolik, Kamis 15 Maret 2021, Injil Hari ini, Renungan Katolik Hari ini, Hari Raya Kabar Suka Cita

Bacaan Pertama

Yesaya 7:10-14;8:10

Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, "Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab, "Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!"

Lalu berkatalah nabi Yesaya, "Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel, artinya: Allah menyertai kita."
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan

Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11

Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut, lalu aku berkata, "Lihatlah, Tuhan, aku datang!"

*Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: "Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."

*Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

*Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan, tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

Bacaan Kedua

Ibrani 10:4-10

Saudara-saudara, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, "Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki. Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Jadi mula-mula Ia berkata, "Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --."

Dan kemudian Ia berkata, "Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil

Yohanes 1:14ab

Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil Kamis 25 Maret 2021

Injil Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.

Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Maka kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik

Renungan Katolik Kamis 25 Maret 2021

Banyak orang bingung dengan dogma Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda, Dogma ini tidak berbicara mengenai Santa Perawan Maria mengandung dari Roh Kudus melainkan tentang Maria sebagai wanita pilihan Allah sejak perkandungannya. Santa Maria bersih , jauh dari kotor atau dosa karena ia ditugasi oleh Allah untuk mengandung Yang Kudus.

Dapatkah sarana yang kotor menghasilkan yang bersih ? Tentu saja tidak. Santa Maria menerima kekhususan ini berkat jasa Yesus Kristus. Dogma ini ditetapkan pada tanggal 8 Desember 1854 oleh Paus Pius IX Dalam beberapa penampakan, Bunda Maria menegaskan dogma Santa Perawan Maria Dikandung tanpa noda dosa.

Pada tahun 1531 di Guadalupe, Bunda Maria mengatakan pada Juan Diego, “ Akulah Perawan Maria yang tidak bercela Bunda dari Allah yang benar.” Pada tahun 1930 Bunda Maria mengatakan kepada Santa Katarina Laboure agar dibuat medali wasiat dengan tulisan “ Maria yang dikandung tanpa noda dosa , doakanlah kami yang berlindung padamu” Ketika penampakan kepada Bernadete di Lourdes pada tahun 1858 Bunda Maria juga menyatakan “ Akulah yang dikandung tanpa noda dosa ” Apa makna perayaan ini bagi iman kita? Masa Pra Paskah mengajak kita untuk melihat keagungan rencana Allah dari sejak awal pada diri Santa Perawan Maria karena keteguhan imannya dalam mewujudkan rencana Allah.

Anugerah karunia tentu membawa sukacita. Apalagi karunia itu sangat khusus dan bermanfaat bagi orang lain. Ini semata mata karena karunia Allah Dalam Gentium 56 dikatakan “ tidak mengherankan bahwa diantara Para Bapa Suci menjadi lazim untuk menyebut Bunda Allah suci seutuhnya dan tidak terkena cemar dosa manapun juga., bagaikan mahluk yang diciptakan dan dibentuk oleh Roh Kudus.

Perawan dari Nazaret itu sejak pertama dalam rahim dikaruniai dengan semarak kesucian yang sangat istimewa” Dikandung tanpa noda adalah karunia . Pengakuan terhadap dogma ini sudah berkembang sejak tahun 1246.

Allah menyediakan rahim yang tidak bernoda asal maupun dosa pribadi dan membuat Maria dikandung tanpa noda. Mungkin ada yang bertanya apa bedanya dengan ketidak berdosaan pada Yesus? Tentu saja kekudusan Yesus berasal dari Diri-Nya sendiri, sedangkan Maria ketidak berdosanya ada diluar dirinya karena relasinya dengan Allah melalui Yesus . Dia memiliki hubungan yang erat dengan Yesus dalam karya penebusan.

Namun sekalipun demikian Maria tetap mengalami akibat dari dosa dan terlihat dalam kemalangan manusia seperti penderitaan dan kematian. Penghormatan terhadap karunia yang dimiliki oleh Maria ini membawa kita pada pengakuan terhadap kuasa Allah yang membebaskan dan bukan pada penyembahan akan karunia yang dianugerahkan kepada Maria.

Hari ini kita merayakan Pesta Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan. Satu perayaan peringatan yang membuka babak baru dalam sejarah keselamatan umat manusia. Pesta ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting yang patut kita syukuri.

  1. Tuhan mau mewujudkan rencanaNya untuk menyelamatkan umat manusia dengan mengutus PuteraNya. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan sudah mewujud-nyatakan apa yang sudah direncanakannya dari abad-ke abad.
  2. Tuhan mau memenuhi janji-Nya, yang sudah disampaikanNya kepada toko -toko iman dan para nabi dari jaman ke jaman. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Ia sangat setia memenuhi janjiNya.
  3. Tuhan mau tunjukkan keikutsertaan-Nya dalam sejarah keselamatan manusia. Bahwa Tuhan samasekali tidak acuh tak acuh akan penderitaan manusia, tetapi secara aktip dan partisipatip terlibat dalam sejarah keselamatan manusia. Dia tidak hanya menonton dari jauh kesengsaraan manusia, tetapi turun ke dunia dalam diri PuteraNya, hadir dan secara aktip dan partisipatip menyelamatkan manusia lewat pengajaran dan penyembuhan dari bermacam-macam penyakit serta membebaskan manusia dari kungkungan setan. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Dia sangat prihatin dengan keadaan manusia berdosa, keprihatinanNya bukan bersifat pasif tetapi sangat bersifat aktip, Ia turun ke dunia merasakan penderitaan manusia dan karena cintaNya akan manusia, Ia berani berkorban, mati di kayu salib.
  4. Lewat peristiwa sukacita ini, Tuhan tunjukkan mujizat yang sangat luar biasa kepada manusia, bahwa kelahiran PuteraNya, Yesus Kristus tidak melewati hukum alam yaitu perkawinan antara suami istri, tetapi Roh Kudus sendiri yang menaungi Bunda Maria, dan dari persatuan Roh Kudus dengan Bunda Maria mengandunglah Bunda Maria, yang kemudian sesudah 9 bulan seorang bayi mungil dilahirkannya ke dunia ini, yang kemudian diberi-nya nama Yesus.
  5. Peristiwa sukacita ini bukan hanya aktivitas Tuhan semata, tetapi keterlibatan manusia pun sangat nampak. Maria, mewakili umat manusia di dunia ini, memberikan satu tanggapan yang sangat bagus kepada Tuhan dengan demikian karya keselamatan Tuhan pun bisa terjadi di dunia ini. Kalau Maria tidak menanggapinya dengan positip, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita harus berterima kasih kepada Bunda Maria karena ia menanggapi tawaran Allah sehingga kita pun boleh alami keselamatan.

Pertanyaan untuk kita: Apakah kita selalu mewujud-nyatakan apa yang sudah kita rencanakan dalam hidup kita? Apakah kita selalu setia menepati janji kita? Dengan menerima Sakramen permandian kita sudah menjadi anggota Gereja yang sah. Apakah kita selalu bekerja sama dengan Tuhan agar keselamatan itu sungguh menjadi satu kenyataan bagi kita? Sadarkah kita bahwa mujizat selalu terjadi dalam hidup kita? Apa saja usaha pribadi kita agar Tuhan selalu kita rasakan dan sungguh hadir bersama kita setiap saat dalam hidup kita?

Marilah saudara-saudari… Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Ia sangat mencintai kita. Kabar sukacita yang disampaikanNya kepada Bunda Maria sudah mendatangkan keselamatan bagi kita. Kita berdoa semoga keselamatan yang sudah kita terima selalu kita jaga dengan baik dan kita pupuki setiap saat sehingga mendatangkan keselamatan abadi bagi jiwa kita di saat kita kembali kepada Bapa.

Butir Permenungan

Hari raya kabar sukacita ini menjadi cahaya ditengah situasi manusia yang kehilangan harapan akan keselamatan karena dosa Adam dan sederetan dosa berikutnya. Harapan dan keselamatan menjadi kabur. Memang ini misteri karya Allah, namun misteri ini, tidak lepas dari sisi kemanusiaan dan perjuangan Maria. Malaekat menyebut Maria sebagai pribadi yang dikarunia dan disertai Allah . Allah memberi karunia dan menyertai Maria (Luk 1:28).

Ini mengandaikan Maria memiliki kualitas pribadi yang baik, sebagai putri Israel. Bisa jadi Maria hidup taat dan menjaga kualitas hidupnya. Kerendahan hati Maria membuatnya tidak menjadi pribadi sombong, Walau ia berkenan dihadapan Allah, tetapi ia tidak sombong.

Bahkan Maria justru takut akan Allah, Karena itu malaikat menegaskan “ Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah. (ay 30).

Kerendahan hati dan kedekatan kita dengan Allah, seharusnya tidak membuat tidak kita jatuh dalam kesombongan rohani, juga tidak membebaskan kita dari rasa takut dan bingung.. Karena itu, jelas bahwa dalam situasi apapun membangun kerendahan hati adalah sifat dasar yang penting.

Maria mengalami ketidak mengertian katanya, “bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? (ay 34). Ini adalah pertanyaan iman yang sering kita hadapi manakala logika manusiawi kita rasakan, berbeda dengan kehendak Allah. Pertanyaan bahkan pembelaan diri sering kita lakukan untuk menolak kehendak Allah. Maria tidak mengikuti semata mata keinginan dan kehendaknya. Ia bertanya bukan karena mau menentang kehendak Allah.

Ini adalah bentuk pergulatan dan penegasan iman Maria. Pada akhir pergulatan imannya , Maria menyerahkan diri pada kehendak Allah, “Sesungguhnya aku ini adalah Hamba Allah, jadilah padaku menurut menurut perkataan-Mu itu “ (ay 38), Maria berani menyerahkan seluruh kehendaknya dalam kehendak Allah, walau belum tahu seperti apa dinamika perjalanan imannya.

Keberanian Maria dalam bentuk menyerahkan diri pada kehendak Allah menjadi berita gembira keselamatan. Keberanian kita menyerahkan diri pada kehendak Allah tentunya juga membawa keselamatan bagi diri kita dan orang lain.

Doa Renungan Harian Katolik

Ya Tuhan , bentuklah hatiku agar menyerupai hati Bunda Maria yang mampu menerima masalah kehidupan dengan penuh iman, Amin.

Demikianlah Renungan Harian Katolik Kamis 25 Maret 2021.



Download di Play Store ->> KLIK DISINI


X