Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santo Jonas Hubaham

Perayaan : 29 Maret
Santo Jonas Hubaham,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Kekejaman Raja Sapor

Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad keempat. Ia adalah seorang kafir yang sangat membenci umat Kristiani. Ia menganiaya dan menghukum mati mereka dengan keji serta menghancurkan gereja-gereja dan biara-biara. Dua orang bersaudara bernama Santo Jonas dan Santo Barachisius mendengar kabar mengenai penganiayaan ini dan memutuskan untuk pergi menolong dan menyemangati umat Kristen yang teraniaya itu untuk tetap setia pada Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang untuk memikirkan diri sendiri.

Baca Juga : Santo Yohanes dari Mesir

Ditangkap dan Dipenjara

Setelah berkarya beberapa lama; akhirnya kedua bersaudara itu pun tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Kepada mereka dikatakan bahwa jika mereka tidak menyembah matahari, bulan, api dan air, mereka akan dianiaya dan dijatuhi hukuman mati. Tentu saja, mereka menolak menyembah suatupun atau siapapun terkecuali Allah yang benar dan Esa. Mereka harus banyak menderita, tetapi mereka berdoa.

Baca Juga : Santo Tutilo

Wafat Sebagai Martir

Mereka terus memikirkan bagaimana Tuhan kita telah menderita sengsara bagi mereka. Kedua bersaudara itu menanggung siksa aniaya yang ngeri, namun tak hendak menyangkal iman. Pada akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati dan dengan sukacita menyerahkan nyawa bagi Yesus. Jonas dan Barachisius wafat sebagai martir pada tahun 327.

© Renungan Katolik Hari ini

Renungan Harian Katolik