Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Yohanes dari Mesir

Perayaan : 27 Maret
Santo Yohanes dari Mesir,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Masa Muda

Santo Yohanes dari Mesir adalah seorang yang merindukan untuk hidup sendiri bersama Tuhan saja, yang kelak menjadi salah seorang dari para pertapa terkenal di masanya. Santo Yohanes dari Mesir dilahirkan sekitar tahun 304.

Tidak banyak yang diketahui tentang masa mudanya, kecuali bahwa ia belajar ketrampilan seorang tukang kayu. Ketika usianya duapuluh lima tahun, Yohanes memutuskan untuk meninggalkan segala urusan duniawi dan mempergunakan seluruh hidupnya untuk berdoa serta bermatiraga demi Tuhan. Ia kemudian menjadi salah seorang dari para pertapa padang gurun yang terkenal pada masa itu.

Baca Juga : Santa Lusia Filippini

Kebijaksanaan Santo Yohanes

Selama sepuluh tahun ia menjadi murid seorang pertapa tua yang sudah banyak makan asam garam kehidupan. Pertapa kudus tersebut mengajarkan kehidupan rohani kepada Yohanes. Santo Yohanes menyebutnya sebagai “bapa rohani”-nya. Setelah bapa rohaninya wafat, Santo Yohanes melewatkan empat atau lima tahun dalam berbagai biara. Ia ingin lebih mengenal kehidupan doa serta gaya hidup para rahib.

Pada akhirnya, Yohanes menemukan sebuah gua yang terletak di atas batu karang yang tinggi. Sekelilingnya tenang serta terlindung dari terik matahari dan angin padang gurun. Ia membagi guanya menjadi tiga bagian: ruang tamu, ruang kerja dan ruang doa. Penduduk daerah tersebut membawakan makanan serta segala keperluan lain untuknya. Banyak juga orang yang datang untuk meminta nasehatnya tentang hal-hal yang penting. Bahkan Kaisar Theodosius I dua kali meminta nasehatnya, yaitu pada tahun 388 dan pada tahun 392.

Para kudus terkenal seperti Santo Yohanes dan Santo Hieronimus menulis tentang kekudusan Santo Yohanes dari Mesir. Begitu banyak orang datang mengunjunginya, sebagian di antara mereka tinggal untuk menjadi murid-muridnya. Mereka membangun sebuah pondok. Mereka merawat pondok tersebut dengan baik agar lebih banyak orang dapat datang serta memperoleh manfaat dari kebijaksanaan Santo Yohanes.

Santo Yohanes dapat mengetahui kejadian-kejadian di masa mendatang. Ia dapat membaca jiwa-jiwa mereka yang datang kepadanya. Ia dapat membaca pikiran mereka. Jika ia mengoleskan minyak krisma kepada mereka yang menderita suatu penyakit jasmani, seringkali mereka menjadi sembuh.

Baca Juga : Santo Castulus

Seorang yang Rendah Hati

Meskipun Yohanes menjadi seorang yang terkenal, ia tetap rendah hati dan tidak mau hidup enak-enakan. Tidak pernah ia makan sebelum matahari terbenam. Jika ia makan, makanannya hanyalah buah-buahan kering serta sayuran. Ia tidak pernah makan daging atau makanan yang dimasak atau pun makanan yang hangat. St. Yohanes percaya bahwa hidup matiraganya membantunya memiliki hubungan yang akrab mesra dengan Tuhan. Santo Yohanes wafat dalam damai pada tahun 394 pada usia sembilanpuluh tahun.

© Renungan Katolik Hari ini
Admin
Admin Download Aplikasi di Play Store Klik Disini