Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santo Fidelis dari Sigmaringen

Perayaan : 24 April
Santo Fidelis dari Sigmaringen,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Masa Muda

Santo Fidelis dilahirkan di Jerman pada tahun 1578 dan diberi nama Mark Rey. Bersama Saudaranya George; Mark menuntut ilmu di Universitas Freigburg yang termashyur itu untuk menjadi seorang pengacara. Rasa belas-kasihh Mark pada sesamanya yang menderita sudah nampak semasa masih mahasiswa. Ia sering mengunjungi mereka yang sakit dan yang miskin. Setiap hari ia selalu meluangkan waktu untuk berdoa. Saudaranya memutuskan untuk menjadi seorang imam Fransiskan Kapusin. Sebaliknya, Mark menamatkan kuliahnya dan menjadi seorang pengacara terkenal.

Baca Juga :
  1. Santo Adelbertus dari Praha
  2. Santa Maria Crescentia Höss
  3. Santo Blasius

Pembela Kaum Miskin

Mark seringkali membela perkara kaum miskin yang tidak memiliki uang untuk membayar. Oleh sebab itulah ia dijuluki, “Pengacara Orang Miskin.” Karena Mark seorang yang jujur, ia menjadi muak dengan ketidakjujuran yang terjadi dalam pengadilan. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak saudaranya dan menjadi seorang imam. Mark menerima jubahnya dan memilih nama biara Fidelis, yang berarti “setia.”

Baca Juga :
  1. Santo Alberikus
  2. Santo Anselmus
  3. Santa Agnes dari Montepulciano

Misi di Swiss

Fidelis bersukacita ketika ia diutus ke Swiss. Pada masa itu Jenewa Swiss adalah pusat gerakan Protestan yang menonjol di Eropa. Disana banyak orang yang memusuhi iman Katolik. Santo Fidelis ingin memenangkan jiwa mereka dan membawa mereka kembali ke pangkuan Gereja. Khotbah-khotbahnya membawa hasil yang menakjubkan. Banyak orang kemudian kembali kepangkuan Gereja Katholik Roma.

Hal ini para pendukung Protestan menjadi amat marah dan berusaha untuk membunuhnya. St. Fidelis tahu bahwa hidupnya ada dalam bahaya, namun demikian ia terus saja berkhotbah. Suatu hari, tengah ia berkhotbah, sebuah peluru ditembakkan, tetapi meleset. Fidelis tahu bahwa ia harus meninggalkan kota saat itu juga. Dan ia melakukannya. Namun, saat ia sedang dalam perjalanan ke kota terdekat, segerombolan orang mencegatnya. Mereka memerintahkannya untuk berhenti berkotbah dan mengingkari iman Katolik-nya. Fidelis menjawab dengan tegas, “Aku tidak akan mengingkari iman Katolik.” Orang-orang itu lalu menganiaya nya dengan tongkat, pentung dan senjata lainnya.

Baca Juga :
  1. Santa Agnes dari Praha
  2. Santo Paus Gaius dan Santo Paus Soter
  3. Santo Paus Leo IX

Wafat Sebagai Martir

Dalam keadaan terluka sang imam memaksakan dirinya untuk berlutut. Ditengah hujan pukulan, Ia berdoa seperti doa Yesus ketika berada di kayu Salib : “Tuhan, ampunilah musuh-musuhku. Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. ....!” Para Calvinists and Zwinglians itu terus menganiayanya hingga ia tewas mengenaskan.

Kemartiran Fidelis terjadi pada tahun 1622, saat ia berusia empat puluh empat tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1746.

© Renungan Katolik Hari ini

Renungan Harian Katolik