Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Yakobus Rasul

Perayaan : 3 Mei
Santo Yakobus Rasul,law firm,car donate,car donation,Personal Injury,Medical Malpractice,Criminal Law,DUI,Family Law,Bankruptcy,Business Law,Consumer Law,Employment Law,Estate Planning,Foreclosure Defense,Immigration Law,Intellectual Property,Nursing Home Abuse,Probate,Products Liability,Real Estate Law,Tax Law,Traffic Tickets,Workers Compensation

Yakobus si Adil

Yakobus adalah putera Alfeus dan saudara sepupu Yesus. Ia disebut juga “Yakobus Muda,” karena ia lebih muda dari seorang rasul lainnya yang juga bernama Yakobus.

Setelah Yesus naik ke surga; Yakobus ditunjuk sebagai pemimpin Jemaat di Yerusalem (Uskup pertama Yerusalem). Sementara para rasul yang lain mulai menyebar dan berkarya di tempat-tempat yang jauh, Yakobus tetap tinggal dan menggembalakan jemaat Kristen Perdana di Yerusalem. Umat sangat menghormatinya dan memberinya julukan “Yakobus si Adil,” dan “Yakobus yang Kudus.”

Baca Juga :
  1. Santo Filipus Rasul
  2. Santo Fidelis dari Sigmaringen
  3. Santo Isidorus dari Pelusium

Konsili Pertama di Yerusalem

Pada Konsili Pertama di Yerusalem (Kis 15 ) Yakobus mendukung Petrus, Paulus dan Barnabas yang menghendaki agar orang bukan Yahudi yang bertobat tidak harus mematuhi semua hukum agama Yahudi. (Kis 15:13-21).

Yakobus adalah seorang pria yang jujur dan adil. Ia dikenal karena kehidupan doanya yang kudus. Dia dilaporkan telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk berlutut dan berdoa hingga lututnya menjadi tebal, dan tampak seperti kulit unta. Ia juga lemah lembut dan pemaaf. Terus-menerus ia memohon kepada Tuhan untuk mengampuni mereka yang menganiaya para pengikut Kristus. Bahkan ketika para penganiaya umat Kristen menjatuhkan hukuman mati atasnya, Yakobus memohonkan ampun bagi mereka kepada Tuhan.

Baca Juga :
  1. Santo Athanasius
  2. Santo Paus Alexander I
  3. Santo Yosef Pekerja

Wafat Sebagai Martir

Menurut tradisi, Santo Yakobus Rasul wafat sebagai martir pada tahun 62. Santo Yakobus Rasul Dilemparkan dari puncak Bait Allah, lalu dilempari batu dan dipukuli dengan pentungan, Ia terus berdoa bagi para penyerang nya sampai nafas terakhirnya.

© Renungan Katolik Hari ini
Admin
Admin Download Aplikasi di Play Store Klik Disini