Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Kamis, 15 Juli 2021

Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juli 2021
Bacaan Pertama: Keluaran 3:13-20
Mazmur Tanggapan: 105:1.5.8-9.24-25.26-27
Bacaan Injil: Matius 11:28-30
Kamis 15 Juli 2021, Renungan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini, Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Renungan Harian Katolik Hari ini, Renungan Hari ini Katolik, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini Katolik, Bacaan, Injil, Renungan, Katolik, Juli, Bacaan Injil Kamis 15 Juli 2021, Renungan Katolik Kamis 15 Juli 2021, Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juli 2021

Bacaan I : Keluaran 3:13-20

Sang 'Aku' telah mengutus aku kepadamu

Waktu Musa mendengar sabda Tuhan dari tengah semak duri bernyala, berkatalah ia kepada Allah, “Apabila aku menemui orang Israel, dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’ dan mereka berkata, ‘Siapakah nama-Nya?’ Apa yang harus kukatakan kepada mereka?” Sabda Tuhan kepada Musa, “Aku adalah ‘Sang Aku’. Lalu dilanjutkan, “Katakanlah begini kepada orang Israel, ‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu.” Sabda Allah pula kepada Musa, “Katakanlah ini kepada orang Israel, ‘Tuhan, Allah nenek nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu’, itulah nama-Ku untuk selamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel, dan katakanlah kepada mereka, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta bersabda, Aku sudah mengindahkan kalian, dan juga apa yang dilakukan di Mesir terhadapmu. Maka Aku telah bersabda, Aku akan menuntun kalian keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya’. Setelah mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau bersama para tua-tua Israel harus menghadap raja Mesir. Kalian harus berkata kepadanya, ‘Tuhan, Allah orang Ibrani, telah menemui kami. Oleh sebab itu izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah kami.’ Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kalian pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. Maka Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu raja Mesir akan membiarkan kalian pergi.”
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur : 105:1.5.8-9.24-25.26-27

Ref. Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya

  • Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
  • Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
  • Tuhan membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat daripada lawan-lawannya; Diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya.
  • Maka Tuhan mengutus Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; mereka mengerjakan tanda-tanda-Nya di tengah para lawan, dan mukjizat-mukjizat-Nya di tanah Ham.

Bacaan Injil Kamis 15 Juli 2021 : Matius 11:28-30

Aku ini lemah lembut dan rendah hati

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.” Inilah Injil Tuhan kita!
Demikianlah Injil Tuhan.

Dengarkan juga Renungan Harian Katolik Audio Kamis 15 Juli 2021 di bawah ini:

Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juli 2021

Yesus adalah Guru kita yang sejati. Ia adalah Guru bagi yang letih lesu dan berbeban berat. Guru yang bukan hanya berbicara, tetapi juga memikul beban kita. Guru yang bukan hanya mengajar kita, supaya lemah lembut dan rendah hati, tetapi Dia sendiri juga lemah lembut dan rendah hati. Marilah kita datang kepada-Nya untuk belajar. Seberat apapun dosa kita, Dia akan ikut memikul dan meringankan kita. Kita percaya bahwa Dia sanggup!

Kata "kuk" (Yunani, ζυγοςzugos) secara harafiah berarti kerangka kayu yang dipikulkan kepada 2 binatang (sapi, kerbai, kuda) agar keduanya mudah dikendalikan dan dapat berjalan seirama dan searah, misalnya untuk membajak sawah atau mengangkut barang.

Dalam Injil Matius ini, istilah yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah ζυγος μου (zugos mou) yang terjemahan lebih tepatnya adalah "kuk-Ku / my yoke" bukan "kuk yang Kupasang". Perbedaan terjemahan ini sangat jelas: terjemahan "kuk yang kupasang" memberikan kesan bahwa Yesus ada diluar "kuk" itu, sedangkan terjemahan "kuk-Ku" menunjukkan bahwa Yesus ada bersama-sama kita di dalam kuk itu. Dengan demikian, "kuk" yang dipasangkan pada 2 binatang menggambarkan bahwa Yesus tidak menaruh kuk itu begitu saja di pundak kita lalu kita memikulnya sendirian tetapi beban itu kita panggul bersama-sama dengan Yesus. Demikianlah menjadi jelas bahwa dalam setiap beban kehidupan kita, Tuhan senantiasa hadir dan bersama-sama dengan kita. Bahkan, Ia tidak hanya berjalan bersama kita tetapi juga memikul bersama kita.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Jumat 16 Juli 2021

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa Mahasetia, Engkau memberikan janji kedamaian kepada siapa pun yang mengikuti Putra-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mengangkat beban kami dan dengan demikian dapat mempersiapkan kedamaian bagi sesama di sekitar kami. Amin.

Simak juga Video Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juli 2021 di bawah ini: