Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Katolik Senin, 7 Juni 2021

RENUNGAN HARIAN KATOLIK SENIN, 7 JUNI 2021

Bacaan Injil Senin 7 Juni 2021, Renungan Katolik Senin 7 Juni 2021, Renungan Harian Katolik Senin 7 Juni 2021, Senin 7 Juni 2021

Bacaan I : Kis 25:13-21

Yesus telah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan, bahwa Ia hidup

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.

Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga. Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup.

Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar
Demikianlah Sabda Tuhan.

Bacaan Injil Senin 7 Juni 2021 : Mat 5:1-12

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya kepadaNya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Senin 7 Juni 2021

Dengarkan Juga Renungan Audio Senin 7 Juni 2021 dibawah ini.

Sesuatu yang penting dan sakral, dalam bahasa Kitab Suci, selalu berada di tempat yang tinggi… di atas gunung atau disebuah bukit…dekat dengan Allah. Hari ini Yesus menyampaikan Sabda Bagahia dari atas bukit, memperlihatkan betapa Sabda Bahagia yang disampaikan itu penting dan sakral. Ada dua hal pokok yang hendak disampaikan dari rumusan Sabda Bahagia Yesus ini, yakni tentang waktu saat ini ( sekarang ) dan waktu yang akan datang. Tentang waktu sekarang Yesus mengatakan berbahagialah pada apa yang terjadi. Apa yang dialami dan apa yang dilakukan saat ini. Karena pada masa mendatang atau sesudahnya, kita akan memperoleh buah-buah kebaikan dan penebusan dari perbuatan dan kesetiaan kita saat ini . Kuncinya adalah kita melakukan dengan bahagia setiap perbuatan dan juga bahagia dengan setiap peristiwa yang dialami saat ini. Menjalankan segala sesuatu dengan bahagia memotivasi kita untuk melakukannya secara benar,sabar, penuh perjuangan apa pun kesulitan yang dihadapi.

Sabda Bahagia juga mengundang harapan akan kebaikan yang akan diperoleh. “ Yang miskin di hadapan Allah” akan memperoleh kerajaan Surga: yang berdukacita akan dihibur, yang lemah lembut akan memiliki bumi, yang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan, yang murah hati akan memperoleh kemurahan yang suci hatinya akan melihat Allah, yang membawa damai akan disebut Anak Allah, yang dianiaya oleh karena kebenaran akan memiliki Kerajaan Surga.

Dengan ini hendak dikatakan bahwa setiap orang yang tekun dan setia melakukan perbuatan baik, yang hatinya tertuju pada Allah dan cintanya tulus kepada sesama akan mendapat pahala penebusan dan kebahagiaan pada hari ini, juga dan dijamin hidupnya pada hari yang akan datang. Orang seperti inilah yang disebut Yesus sebagai orang yang berbahagia: Bahagia di dunia, selamat di akhirat! Semoga kita pun layak disebut orang yang berbahagia itu.

Doa Renungan Harian Katolik

Ya Tuhan, ajarkanlah aku untuk melakukan apa pun dengan bahagia, sebab kasih dan cinta-Mu selalu disediakan bagi orang yang tekun dan setia. Amin.

Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Renungan Harian Katolik, Renungan Katolik Hari ini, Renungan Harian Hari ini, Renungan Bacaan Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Bacaan Injil Hari ini, Bacaan Injil Katolik Hari ini, Bacaan Liturgi Katolik Hari ini, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Liturgi Harian Katolik, Injil Hari ini.

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Bulan September 2021 ->> Klik Disini




Download di Play Store ->> KLIK DISINI