Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Filipus Penginjil

Perayaan : 6 Juni

Filipus adalah seorang Kristen pada abad pertama di kota Yerusalem. Bersama dengan Santo Stefanus dan lima orang pilihan lainnya, mereka diangkat oleh dewan para rasul sebagai Diakon, untuk membantu menangani urusan pastoral dan administrasi dari Jemaat Kristen Perdana di Yerusalem.

Santo Filipus Penginjil

Kitab Suci menulis :

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. (Kis 6 : 1 – 5).

Setelah diakon Stefanus menerima mahkota kemartirannya, dimulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat Kristen perdana di Yerusalem. Banyak pengikut Yesus, kecuali rasul-rasul, menyebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria, termasuk juga diakon Filipus.

Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. ( Kis 8 : 5 – 8 ).

Di Samaria, Filipus juga mentobatkan seorang tukang sihir bernama Simon yang takjub dengan semua perbuatan ajaib yang dikerjakan diakon Filipuus dalam nama Tuhan Yesus. Simon memberikan dirinya untuk dibabtis dan sesudah itu ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus. Nama Simon, si mantan tukang sihir inilah, yang kelak menurunkan istilah SIMONI atau jual-beli jabatan didalam Gereja.

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." (KIS 8 : 14 – 24).

Dari Samaria, Filipus diperintahkan malaikat Tuhan untuk pergi ke Selatan di antara jalan Yerusalem – Gaza. Disitu ia dituntun untuk membabtis seorang pejabat Kerajaan Ethiopia yang sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem. Setelah pembabtisan, Filipus mengalami Teleportasi. Secara ajaib ia menghilang, lalu muncul di kota Ashdod (Azotus) yang berjarak sekitar 60 kilometer dari situ.

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea. (Kis 8 : 39-40).

Menurut tradisi, sida-sida itu kemudian menyebarkan iman Kristiani di kampung halamannya dan dianggap sebagai pendiri gereja Ethiopia. Gereja asli Ethiopia ini sekarang dikenal dengan nama Gereja Orthodox Ethiopia Tewahedo. Dalam tradisi Ethiopia Tewahedo, sida-sida ini disebut sebagai Bachos; dan dalam tradisi Gereja Ortodoks Timur, ia dikenal sebagai seorang Yahudi Ethiopia bernama Simeon.

Adapun Diakon Filipus tetap tinggal dan berkarya di Kaisarea. Beberapa tahun kemudian, ia mendapat kehormatan untuk menerima Rasul Paulus dan Lukas sang penulis Injil di dalam rumahnya. Rombongan penginjil ini baru saja kembali ke tanah Israel setelah perjalanan Kerasulan mereka di Eropa dan Asia.

Santo Lukas menulis :

Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ [Ptolemais] dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. ( Kis 21 : 8 – 9 ).

Beberapa hari kemudian Paulus berangkat ke Yerusalem. Ia ditangkap disana dan dibawa ke Roma; dimana ia dihukum mati sebagai martir Kristus.

Ada tradisi yang mengatakan bahwa Diakon Filipus kemudian tinggal di Tralles, Anatolia, dan menjadi uskup di sana. Namun sebuah tradisi lain yang lebih didukung mengatakan bahwa Diakon yang penuh dengan kuasa Roh Kudus ini tetap tinggal di Kaisarea Israel sampai hari kematiannya di sekitar tahun 58 M.

© Renungan Harian Katolik
Kalender Liturgi Juli 2021:
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min



1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31