Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Jumat 1 Oktober 2021

Renungan Harian Katolik Jumat 1 Oktober 2021, Pekan Biasa XXVI, Pesta Santa Theresia dr Kanak-Kanak Yesus, Warna Liturgi Putih

Bacaan Pertama: Yesaya 66:10-14

Mazmur Tanggapan: Mazmur 131:1.2.3

Bacaan Injil: Matius 18:1-5

Renungan Katolik Jumat 1 Oktober 2021, Renungan Harian Katolik Jumat 1 Oktober 2021, Renungan Injil Jumat 1 Oktober 2021, Renungan Harian Jumat 1 Oktober 2021, Renungan Injil Jumat 1 Oktober 2021

Bacaan 1: Yesaya 66:10-14

Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai.

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur: 131:1.2.3

Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

  • Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
  • Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
  • Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan Injil Jumat 1 Oktober 2021: Matius 18:1-5

Siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Jumat 1 Oktober 2021

Pada hari ini, Gereja merayakan pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Theresia meyakini bahwa Allah menghendaki agar manusia mencintai Dia. Keyakinan itu diwujudkan dengan ia masuk biara Karmelit di Liseux. Setiap hari di biara tersebut, ia melakukan pekerjaan harian dengan penuh sukacita, sabar, dan lemah lembut dalam melayani sesama suster, lebih-lebih suster-suster lansia dan sakit.

Namun sayangnya, Theresia menderita penyakit TBC dan meninggal pada usia 24 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia sempat memandang salib Yesus dan berkata, “Tuhanku, aku cinta pada-Mu.” Ia juga berjanji untuk tetap mencintai semua orang dari sorga.

Dalam Injil hari ini,Yesus juga mengajak kita untuk menjadi seperti anak kecil. Sifat anak kecil juga dimiliki Santa Theresia yang sederhana, patuh, dan apa adanya. Kita diajak untuk seperti Theresia yang melakukan pekerjaan di rumah, sekolah, kantor, atau di mana pun dengan sepenuh hati, tulus, setia, dan penuh dengan cinta. Allah sudah sangat mengasihi kita setiap saat, maka sudah sepantasnya kita juga menjadi pribadi yang penuh kasih, sehingga apa pun yang kita lakukan selalu dapat membawa kegembiraan dan perkembangan baik untuk diri kita sendiri maupun sesama.

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Dia memiliki empat saudara perempuan yang lebih tua dan orang tuanya adalah Santo Louis Martin dan Santa Zelie Martin. Theresa seorang gadis yang sangat deria, ia sangat dicintai ayahnya yang memanggilnya nya dengan sebutan "Ratu kecil."

Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya meninggal dunia. Ayah Theresia lalu memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal. Disana terdapat sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia.

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

Ketika Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Theresia. Pauline telah menjadi "ibunya yang kedua", merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibumu untuk kamu. Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah Theresia dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari ia melihat patung Bunda Maria di kamarnya tersenyum padanya dan seketika ia sembuh dari penyakitnya!

Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi saat itu ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu. Ia bahkan berani meminta ijin langsung kepada Paus. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas ijin khusus dari Paus Leo XIII, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Liseux.

Dalam biara Theresia menjalani kehidupan sebagaimana layaknya seorang Rubiah Karmelit. Tidak ada yang terlalu istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, "Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya." Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah.

Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Suatu saat seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Theresia. Tetapi Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Theresia sangat bahagia.

Hanya sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC. Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, "O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!" Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih duapuluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga.

Sebelum meninggal Thresesia mengatakan, "Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia." Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.

Setelah wafat, Theresia menjadi terkenal setelah buku catatan yang ditulisnya diterbitkan menjadi sebuah buku "Kisah Suatu Jiwa," satu tahun setelah kematiannya (di Indonesia diterjemahkan dengan judul: 'Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah').

Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. Tanggal 19 Oktober 1997, Theresia menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja.

Doa Renungan Harian Katolik

Doa Kepada Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

O Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, tolong petikkan bagiku sekuntum mawar dari taman surgawi dan kirimkan padaku dengan suatu amanat cinta. O Bunga Kecil dari Yesus mintalah kepada Allah hari ini untuk menganugerahkan rahmat yang sangat kubutuhkan ……… (katakan kepada St. Theresia permohonanmu) Santa Theresia, bantulah aku untuk senantiasa percaya kepada belaskasih Allah yang sedemikian besar, sebagaimana telah engkau wujudkan dalam hidupmu, sehingga aku boleh mengikuti 'Jalan Kecil'mu setiap hari. Amin.

Bacaan dan Renungan Harian Besok 2 Oktober 2021 → KLIK DISINI



Download di Play Store ->> KLIK DISINI


X