Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Selasa 14 September 2021

Renungan Harian Katolik Selasa 14 September 2021, Pekan Biasa XXIV, Pesta Salib Suci, Warna Liturgi Merah

Bacaan Pertama: Bilangan 21:4-9

Mazmur Tanggapan: Mazmur 78:1-2.34-35.36-37.38

Bacaan Kedua: Filipi 2:6-11

Bacaan Injil: Yohanes 3:13-17

Renungan Harian Katolik Selasa 14 September 2021, Renungan Harian Selasa 14 September 2021, Renungan Injil Hari Selasa 14 September 2021

Bacaan I : Bilangan 21:4-9

Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu.

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan kea rah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami!” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandangnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur : 78:1-2.34-35.36-37.38

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan

  • Dengarkanlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut untuk mengatakan Amsal, aku mau menuturkan hikmat dari zaman purbakala.
  • Ketika Allah membunuh mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mendambakan Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah Gunung Batu , bahwa Allah yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
  • Tetapi mulut mereka tidak dapat dipercaya, dan dengan lidah mereka membohongi Allah. Hati mereka tidak berpaut pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
  • Akan tetapi Allah itu penyayang! Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan amarah-Nya, dan tidak melampiaskan keberangan-Nya.

Bacaan II : Filipi 2:6-11

Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, dan yang ada di atas serta di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengakui, “Yesus Kristus adalah Tuhan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.

Bacaan Injil Selasa 14 September 2021 : Yohanes 3:13-17

Anak manusia harus ditinggikan.

Dalam percakapan-nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Selasa 14 September 2021

Kasih Allah diinyatakan dalam diri Yesus Kristus yang menjadi manusia. Karena itu hidup manusia sangat berarti bagi Allah. Itulah anugerah yang terbesar bagi manusia. Melalui SalibNya, Yesus menyatakan cinta Allah kepada dunia, bagi keselamatan manusia. Tuhan Yesus menegaskan bahwa Allah mengasihi kita dengan cintanya dan kasihnya yang besar, bukan cuman besar tetapi begitu Besar kasih Allah kepada kita.

Saudara dan saudari, yang di kasihi Tuhan, kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada Allah yang sangat mengasihi kita dengan begitu besar, apalah artinya kita sebagai manusia di bandingkan dengan Dia yang maha segalanya itu.

Pada waktu orang-orang Israel ke luar dari tanah Mesir, saat berjalan melintasi padang gurun, mereka berbalik melawan Allah dan Musa. Akibat dari kejahatan mereka itu datanglah ular-ular berbisa dan mematuki mereka. Maka Musa membuat ular tedung tembaga pada sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut ular dan memandang ke ular tembaga itu akan selamat. Peristiwa ini dilihat sebagai nubuat atas peristiwa Putera Manusia yang akan ditinggikan di salib. Barangsiapa percaya dan memandangnya akan diselamatkan. Menurut Injil Yohanes, peristiwa penyaliban dihubungkan dengan peninggian dan pemuliaan.

Kita sebagai manusia terkadang atau seringkali lalai dalam hidup ini, kita merasa Tuhan tidak mengasihi kita, kita merasa Tuhan tidak menyayangi kita, kita selalu mempertanyakan Tuhan saat kita menderita, kita jarang sekali menyadari, Kasih-Nya yang begitu besar dan tanpa batas kepada kita, kita seringkali menyangkal kasih dan karunia-Nya kepada kita dengan berulang kali jatuh dan masuk kedalam dosa yang sama, kedalam kebiasaan yang sama. Yesus menegaskan kepada kita betapa Allah sangat mencintai, dan mengasihi kita. Jadi semoga kita berusaha menyadari kasihnya yang begitu besar terhadap kita, semoga kita juga berusaha untuk mengasihi Dia dan semoga, kita juga selalu berusaha untuk membagikan kasihnya itu kepada sesama.

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, melalui salib Putra-mu Engkau berkenan membawa kami kepada hidup yang kekal. Bantulah kami agar selalu menyadari akan kasih setia-Mu yang kekal abadi, melalui segala rahmat yang Engkau sediakan bagiku di sepanjang hari ini. Amin.

Bacaan dan Renungan Harian Besok 15 September 2021 → KLIK DISINI