Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021

Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021, Hari Minggu Biasa XXXII, Warna Liturgi Hijau

Bacaan Pertama: 1 Raja-Raja 17:10-16

Mazmur Tanggapan: Mazmur 146:7,8-9a,9bc-10

Bacaan Kedua: Ibrani 9:24-28

Bait Pengantar Injil: Matius 5:3

Bacaan Injil: Markus 12:38-44

Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021

Bacaan Pertama: 1 Raja-Raja 17:10-16

Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.

Sekali peristiwa Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Ketika ia tiba di dekat gerbang kota itu, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan aku sedikit air dalam kendi untuk kuminum!” Ketika perempuan itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah juga bagiku sepotong roti!” Perempuan itu menjawab, “Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolanya bagiku dan bagi anakku, dan setelah memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel. Tepung dalam tempayan itu takkan habis, dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.” Maka pergilah perempuan itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka Elia, perempuan itu dan anaknya mendapat makanan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan firman Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur: 146:7,8-9a,9bc-10

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.

  • Dialah yang menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  • Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
  • Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun.

Bacaan Kedua: Ibrani 9:24-28

Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.

Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri, untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil: Matius 5:3

Ref. Alleluya, alleluya
Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh karena Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

Bacaan Injil Minggu 7 November 2021: Markus 12:38-44

Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.

Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat! Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu hari lain, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021

Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021

Yesus dengan tegas mengingatkan kepada orang yang tengah mengikutiNya agar hati-hati dan waspada terhadap para pemimpin agama yang mencari penghargaan dan penghormatan dari manusia.

Yesus menyebut mereka orang munafik (lih. Mat 23:13-15). Mereka juga digambarkan sebagai penipu dan pembohong yang mengutamakan kebenaran lahiriah semata-mata (bd. Mat 23:25-28). Tidak jarang mereka mengelabuhi para janda-janda untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan kebohongan dan penipuan mereka membujuk janda-janda untuk memberikan persembahan lebih daripada kemampuan mereka. Perilaku para ahli Taurat penuh dengan tipu muslihat dan kemunafikan.

inilah yang dikatakan Yesus tentang para ahli Taurat: “hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang …” Para ahli Taurat tampak sangat menjaga penampilan lahiriah dengan memakai jubah panjang dan memakai pakaian putih, agar dihormati dan diperlakukan secara istimewa. Itu yang dimaksud Yesus, kalau menyebut orang Farisi dan ahli Taurat ‘munafik’ Inilah yang banyak membuat orang terkecoh karena penampilan, misalnya rupa yang cantik dan tampan, kaya, kedudukan, kekuasaan, nama besar dengan kata-kata yang manis.

Disisi lain, seorang janda miskin, yang harus mencari nafkah untuk hidupnya. Ia hanya mempunyai harta sedikit dan ia mempersembahkannya, ia memberi dari semua yang dimilikinya. Janda miskin itu melakukannya karena memang harus melakukannya. Tulus tanpa pamrih. Sekali lagi, ia meyakini bahwa beribadah merupakan hakikat manusia! Ia pribadi berintegritas. Janda ini bersikap dan bertindak luar biasa, sebab ia memberikan kepada Allah apa yang diperlukannya untuk menyambung kehidupannya yaitu seluruh nafkahnya. Inilah yang harus dipahami oleh kita sebagai murid-murid Yesus.

Janda miskin itu memberi dari seluruh nafkahnya, semua yang ia miliki dikorbankan dan dipersembahkan kepada Tuhan. Sementara orang kaya itu memberi dari kelebihannya, bisa saja itu merupakan sisa-sisa kekayaannya yang berlimpah-limpah dan hal itu tidak membutuhkan pengorbanan apa pun.

Doa Renungan Harian Katolik

Ya Allah, Engkau tidak melihat besarnya jumlah, tetapi ketulusan kami dalam mempersembahkan diri dan milik kami kepada-Mu. Anugerahilah kami kerelaan untuk berbagi satu sama lain atas segala sesuatu yang Kauanugerahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dan Renungan Harian Besok 8 November 2021 → KLIK DISINI

Renungan Harian Katolik Minggu 7 November 2021

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Bulan September 2021 ->> Klik Disini




Download di Play Store ->> KLIK DISINI