Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Selasa 23 November 2021

Renungan Harian Katolik Selasa 23 November 2021, Pekan Biasa XXXIV, Warna Liturgi Hijau

Bacaan Pertama: Daniel 2:31-45

Mazmur Tanggapan: Daniel 3:57-61

Bait Pengantar Injil: Wahyu 2:10c

Bacaan Injil: Lukas 21:5-11

Renungan Harian Katolik Selasa 23 November 2021

Bacaan Pertama: Daniel 2:31-45

Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya dan akan meremukkan segala kerajaan

Pada waktu itu Daniel berkata kepada Raja Nebukadnezar, “Ya Raja, Tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang besar! Patung itu tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, berdiri tegak di hadapan Tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, pahanya dari besi, sedang kaki serta jari-jarinya sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat. Sementara Tuanku melihatnya, sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia. Batu itu menimpa patung itu tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka sekaligus diremukkan juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu. Semuanya menjadi seperti sekam yang dihembus angin, di tempat pengirikan pada musim panas sehingga tidak ada bekas-bekasnya lagi. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. Itulah mimpi Tuanku. Adapun maknanya akan kami jelaskan sekarang kepada Tuanku Raja. Ya Tuanku Raja, raja segala raja! Kepada Tuanku Allah semesta langit telah memberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan. Ke dalam tangan Tuanku telah diserahkan-Nya semua manusia, di mana pun mereka berada, juga binatang-binatang di padang, burung-burung di udara. Tuanku telah diberi-Nya kuasa atas semuanya itu. Maka Tuankulah kepala yang dari emas itu. Tetapi sesudah Tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan Tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Sesudah itu akan ada kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu. Seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan itu akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. Dan seperti Tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti bahwa kerajaan itu terbagi. Memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang Tuanku lihat, besi bercampur tanah liat. Sebagaimana kaki dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian keras dan sebagian rapuh. Seperti Tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur karena perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. Lalu pada zaman raja-raja itu, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya. Kekuasaannya takkan beralih lagi kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan melenyapkannya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya. Hal itu telah Tuanku lihat, yaitu bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak serta emas. Allah yang mahabesar telah memberitahukan kepada Tuanku Raja, apa yang akan terjadi di kemudian hari. Mimpi itu benar dan maknanya dapat dipercaya.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur: Daniel 3:57-61

Ref. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

  • Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan.
  • Pujilah Tuhan, hai segala malaikat Tuhan.
  • Pujilah Tuhan, hai segenap langit.
  • Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit.
  • Pujilah Tuhan, segenap bala tentara Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Wahyu 2:10c

Ref. Alleluya
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Bacaan Injil Selasa 23 November 2021: Lukas 21:5-11

Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya, “Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat’. Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 23 November 2021: Selalu Waspada Agar Tidak Disesatkan

Yesus mengingatkan akan runtuhnya Bait Allah ketika banyak orang berkumpul dan membanggakan bangunan itu. Bait Allah adalah tempat umat beragama berkumpul dan berdoa. Bait Allah merupakan tempat orang untuk berjumpa dengan Allah. Di gedung Bait Allah itu kita mengungkapkan iman kita. Bait Allah sebagai gedung yang megah memang diperlukan. Tetapi jika hanya bangunan fisik yang dipentingkan, Bait Allah itu hanya menjadi tempat perkumpulan biasa, bahkan justru menjadi pasar.

Bagi orang Yahudi abad pertama, pemujaan di Bait Suci adalah ritual agama yang penting. Ini secara garis besar mencakup fokus Yudaisme, mempersembahkan korban di Bait Suci, menjadi bahasa bersama dan kehidupan seluruh bangsa.

Tetapi ketika Yesus berkata bahwa saatnya akan tiba, satu batu pun tidak dibiarkan terletak di atas batu lain (lih. Luk 21:6). Yesus menghubungkan keruntuhan Bait Allah itu dengan akhir zaman. Bahwa akan terjadi bencana gempa bumi dasyat, perang dan pemberontakan, penyakit dan kelaparan serta tanda-tanda dasyat dari langit. Bagi orang Yahudi Bait Allah adalah simbol agama mereka. Dan kalau Bait Allah hancur maka malapetaka bagi iman dan bangsa mereka.

Pernyataan Yesus pun mengundang pertanyaan para murid. Bagaimana dan kapan kiamat itu terjadi? (lih. Luk 21:7). Kedua pertanyaan ini bertautan erat dengan kesiapan menghadapi kiamat. Mensikapi pertanyaan para muridNya, Yesus menjawab: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.

Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” (lih. Luk 21:8-9).

Selalu waspada agar tidak disesatkan merupakan seruan yang mengajak kita untuk tidak terjebak dalam logika waktu dan tempat. Seruan Yesus untuk selalu waspada adalah seruan yang berkaitan dengan iman. Maka, sebagai orang beriman ia harus memiliki sikap iman yang jelas sebagai orang yang percaya untuk menantikan hari akhir. Sikap itu adalah:Tidak disesatkan oleh mesias palsu (lih. Luk 21:7).

Ini berarti keteguhan dan ketegaran iman kepada Tuhan Yesus adalah syarat utama menantikan akhir jaman. Dan keteguhan iman itu mahal harganya karena harus dibayar dengan memanggul salib, termasuk siap berbeda dengan keluarga, sahabat dan saudara dan bahkan dibenci oleh semua orang.

Yesus mengingatkan kelak jika musibah dan bencana baik alam maupun tatanan kehidupan manusia (lih. Luk 21:9-11), seolah-olah akan segera terjadi. Tetapi tidak demikian bagi Tuhan Yesus, sebab akhir zaman adalah misteri bagi manusia dan itu ada dalam kuasa Tuhan. Tuhan masih memberi kesempatan kepada umatNya untuk memberi rasa tenang kepada mereka yang takut melihat malapetaka dan musibah di dunia ini.

Hal ini juga berarti bahwa kita tidak dengan mudah menganggap diri sebagai orang yang mengerti kehendak Tuhan. Namun diharapkan agar manusia benar-benar percaya dan bersandar kepada Tuhan. Dan orang yang sepenuhnya bersandar kepada Tuhan itulah yang disebut beriman teguh.

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa kami yang Mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki mendirikan kerajaan yang akan lestari selamanya melalui Yesus Mesias, Hamba-Mu. Perkenankanlah kami melaksanakan sabda janji-Nya dan memberikan kesaksian dalam segala tingkah laku kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dan Renungan Harian Besok 24 November 2021 KLIK DISINI

Renungan Harian Katolik Selasa 23 November 2021

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Bulan September 2021 ->> Klik Disini




Download di Play Store ->> KLIK DISINI