Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beata Maria Torribia

Perayaan : 9 September

Beata Maria Torribia atau Maria de la Cabeza adalah seorang wanita kudus, istri dari Santo Isidorus si Petani. Tanggal kelahirannya tidak diketahui namun tercatat ia lahir di desa Uceda Guadalajara, Spanyol. Wanita bersahaja ini bertemu dan menikah dengan Santo Isidorus di Torrelaguna - Spanyol. Ia menghabiskan hidupnya bersama suaminya bekerja di pertanian, membersihkan kapel dan tempat ziarah lokal, dan menolong kaum miskin.

Beata Maria Torribia

Pasangan suami istri ini menjalani hidup yang sangat sederhana namun penuh dengan upaya keras untuk menggapai kesucian hidup. Setelah kematian putera mereka satu-satunya, mereka berkomitmen untuk hidup selibat sebagai bentuk devosi pada Tuhan. Sejak saat itu mereka tinggal pada kamar yang terpisah. Apabila Suaminya memperoleh hari libur, mereka berdua akan melewatkan lebih banyak waktu untuk bersembah sujud kepada Yesus di gereja. Kadang-kadang, pada hari-hari libur, kedua suami istri kudus ini akan pergi berziarah mengunjungi beberapa tempat doa dan paroki disekitarnya dalam suatu perjalanan ziarah doa seharian.

Santo Isidorus sering membawa pulang setiap orang miskin yang kelaparan yang dapat ditemuinya untuk ikut makan di rumah mereka. Karena itu beata Maria Torribia selalu menyimpan panci makanan diatas perapian di rumah sederhana mereka demi menjaga agar makanan tersebut tetap hangat. Suatu hari santo Isidorus membawa pulang lebih banyak orang miskin kelaparan dari yang biasanya. Beata Maria tetap berupaya melayani mereka semua. Ia mengatakan kepada suaminya bahwa makanan yang tersedia tidak cukup untuk semua orang ini. Namun dengan lembut Santo Isidorus meminta istrinya untuk sekali lagi memeriksa tempat makanan mereka. Dan secara ajaib ditempat makanan tersebut telah tersedia cukup makanan bagi semua orang.

Setelah Santo Isidorus meninggal pada tanggal 15 Mei 1130, Maria memutuskan untuk hidup sebagai seorang pertapa wanita. Kekudusan-nya membuat ia dianugerahi Tuhan kemampuan untuk membuat berbagai mujizat. Ia juga memperoleh karunia penglihatan. Menurut legenda; Beata Maria Torribia sering bermimpi bertemu dengan Santa Perawan Maria.

Beata Maria Torribia tutup usia pada tahun 1175. Relikwi-nya berupa kepala di lestarikan dalam sebuah reliquary dan sering dibawa dalam prosesi yang akan menurunkan hujan dari surga bagi desa-desa yang dilanda kekeringan. Karena itulah ia disebut juga Maria de la Cabeza (de la Cabeza berarti : “Of the Head”). Selama beberapa abad, kepalanya menjadi relikwi yang dihormati. Relikwi tersebut lama di semayamkan di sebuah biara Fransiskan di Torrelaguna. Pada tahun 1645, relikwi tersebut dipindahkan ke Gereja Santo Andreas di Madrid dan diletakkan di sebelah relikwi St.Isidorus si Petani, suaminya.

© Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Renungan Harian Katolik, Renungan Katolik Hari ini, Renungan Harian Hari ini, Renungan Bacaan Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Bacaan Injil Hari ini, Bacaan Injil Katolik Hari ini, Bacaan Liturgi Katolik Hari ini, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Liturgi Harian Katolik, Injil Hari ini.

Daftar Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Bulan September 2021 ->> Klik Disini




Download di Play Store ->> KLIK DISINI