Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Fransiskus Borgia

Perayaan : 30 September

Fransiskus Borgia (Francesco Borgia de Candia d'Aragon) adalah Raja Muda Catalonia yang meninggalkan kehidupan duniawi untuk menjalani kehidupan religius dalam biara Serikat Jesus. Lahir di Spanyol pada tanggal 28 Oktober 1510, Fransiskus adalah putera sulung dari pasangan Juan de Borgia, Raja Muda Gandia, dan Juanna de Aragón. Seorang saudaranya, Tomas Borgia, kelak juga menjadi seorang imam lalu diangkat menjadi uskup Malaga dan Uskup Agung Zaragoza.

Santo Fransiskus Borgia

Sejak kecil ia sudah terlihat sebagai seorang anak yang saleh dan memiliki cita-cita untuk menjadi seorang biarawan. Namun keluarganya mengirimnya ke istana Raja Charles V, dari kekkaisaran Romawi Suci (yang juga disebut Raja Charles I dari Spanyol), di mana ia disambut dengan hangat sebagai keluarga kerajaan dan sering menemani Kaisar pada berbagai kesempatan.

Pada bulan September 1526, Fransiskus menikah dengan seorang putri bangsawan Portugis bernama Leonor de Castro Mello y Meneses. Dari pernikahan ini ia memiliki delapan orang anak. Pada tahun 1539 ia dinobatkan sebagai Raja Muda Catalonia. Sebagai penguasa yang beragama Kristen, ia tampil bijaksana dan saleh. Ia menunjukkan teladan hidup yang baik kepada rakyatnya sesuai keutamaan Kristiani. Ia juga bersikap tegas terhadap para bangsawan yang korup. Oleh karena itu banyak orang tidak menyukai dia.

Ketika Ratu Isabela meninggal dunia, jenazahnya harus dibawa ke Granada. Raja Muda Fransiskus Borgia ditugaskan untuk mengawal jenazah itu. Sebelum dimasukkan ke pemakaman, peti jenazah harus dibuka untuk membuktikan bahwa memang jenazah ratu Isabella yang akan dimakamkan. Ketika peti jenazah dibuka, Fransiskus hampir pingsan oleh bau busuk yang sangat menusuk hidung. Ia menyaksikan kehancuran tubuh sang ratu yang dulu begitu cantik, bahkan dipujanya. Sejak saat itu Fransiskus berjanji untuk tidak lagi mengabdi pada penguasa duniawi, yang dapat mati dan hancur tubuhnya. Ia bertekad menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan berjanji akan memperbaiki cara hidupnya.

Tatkala isterinya meninggal dunia pada tahun 1546, Fransiskus memutuskan masuk Serikat Yesus. Segala harta miliknya ia wariskan kepada anaknya yang sulung. Fransiskus menjadi seorang biarawan, lalu ditahbiskan menjadi imam dalam usia 41 tahun. Ia dincintai para saudara Jesuitnya karena kerendahan hati dan cara hidupnya yang sangat sederhana. Mantan Raja Muda ini tidak segan melakukan pekerjaan kasar dan sering mengerjakan pekerjaan yang dianggap hina oleh banyak orang. Ia dikenal saleh dan kotbah-kotbahnya yang menyentuh hati membawa banyak orang pada pertobatan.

Fransiskus sangat berjasa pada saat pembentukan apa yang saat ini dikenal sebagai Universitas Gregoriana di Roma. Kesuksesannya itu membuat Paus Julius III menyatakan keinginannya untuk mengangkat Fransiskus menjadi seorang kardinal. Namun Fransiskus merasa tidak layak dan ingin menolak jabatan mulia tersebut. Ia lebih senang berkarya ditengah umat atau menjadi seorang misionaris. Namun ia juga tidak mungkin membantah keputusan Paus. Karena itu sebelum keputusan paus diterbitkan, Fransiskus Borgia, dengan sepengetahuan atasannya Santo Ignatius de Loyola, meninggalkan kota Roma secara diam-diam dan kembali ke Basque, Spanyol.

Disana ia merasa senang dapat menghabiskan waktunya dalam keheningan dan doa. Namun Saudara-saudara Jesuitnya membujuk Fransiskus untuk menerima peran kepemimpinan yang kata mereka : telah ditakdirkan baginya. Jadilah pada tahun 1554, menerima permintaan Santo Ignasius de Loyola untuk menjadi Komisaris Jenderal Serikat Jesus di Spanyol. Setelah itu, dua tahun kemudian, Fransiskus juga diberi tanggung jawab untuk mengelola karya Misionaris Serikat Jesus di Hindia Timur dan Hindia Barat. Pada tahun 1565, Fransiskus terpilih menjadi Superior Jendral Serikat Jesus yang ketiga, setelah kematian superior Jendral Serikat Jesus yang kedua, Diego Laynez SJ, pada bulan Januari 1565.

Cita-citanya sebagai pemimpin Serikat Yesus ialah memperluas wilayah apostolatnya ke seluruh penjuru dunia. Para Jesuit dikirim sebagai missionaris ke berbagai negeri, seperti ke Polandia, Mexico, Peru dan Brasilia. Jumlah kolese Jesuit diperbanyak untuk mendidik kader-kader yang dapat melanjutkan karya Gereja. Ketika berusia 61 tahun, ia mendapat tugas dari Paus Pius V untuk mempersatukan para raja Kristen guna menghadapi ancaman bangsa Turki atas wilayah-wilayah Kristen. Bersama dengan Paus Pius V dan Santo Karolus Borromeus, ia juga bekerja keras mereformasi Gereja Katolik.

Fransiskus Borgia tutup usia karena sakit pada tanggal 30 September 1572. Jenazahnya dimakamkan di Madrid, Spanyol. Pada 23 November 1624 ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XV dan pada 20 Juni 1670 ia dikanonisasi oleh Paus Klemens X.

© Renungan Harian Katolik