Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo André de Soveral,SJ

Perayaan : 3 Oktober

Santo André de Soveral,SJ (Andreas de Soveral) adalah salah seorang dari 30 Martir Brazil. Ia lahir di São Vicente, São Paulo, Brasil pada tahun 1572. Pada tahun 1593 André masuk biara Serikat Jesus dan menjalani masa novisiat di Bahia, sebelah Timur Laut Brazil. André diketahui mahir dalam bahasa Latin dan berbakat dalam bidang Teologi. Ia lalu dikirim untuk melanjutkan studinya di Semainari Tinggi di Olinda.

Santo André de Soveral,SJ

Setelah ditahbiskan menjadi imam, tugas pertama pater Andre adalah menjadi missionaris di Natal, Rio Grande do Norte. Disini ia berkarya dengan gemilang dan membawa ribuan “Potiguara” kedalam iman Katolik.

Potiguara (juga disebut Potyguara atau Pitiguara) adalah sebutan bangsa Portugis untuk sekelompok suku Indian penduduk asli Brasil di wilayah Paraíba, Marcação, Baía da Traição dan Rio Tinto. Populasi Potiguara saat ini sekitar 12000 orang dan tersebar di 26 desa di 3 wilayah reservasi (Terras Indígenas). Karya Missionaris membawa sebagian besar Potiguara menjadi pemeluk Katolik dan menjadi sekutu Portugis yang bisa diandalkan selama masa Kolonial, terutama saat menghadapi invasi bangsa Belanda atas wilayah Brasil. Para milisi Potiguara bertempur bersama tentara Portugis menghadapi pasukan Belanda dalam perang Guararapes (The Second Battle of Guararapes) di mana akhirnya para Calvinis Belanda dapat dikalahkan dan terusir dari Amerika Selatan.

Sejak tahun 1614 pater Andre diangkat menjadi pastor paroki di Cunhaú. Pada tahun 1630, Natal Rio Grande do Norte dikuasai oleh bangsa Belanda. Pendudukan bangsa Calvinist Belanda di wilayah ini menjadi mimpi buruk bagi karya missionaris dan umat Katholik. Pemerintah Kolonial Belanda menjalankan kebijakan anti Gereja Katolik dan kaum fanatik Calvinis secara sistematis menganiaya umat Katholik.

Pada pagi hari Minggu 16 Juli 1645, Pater Andre de Soveral bersama 69 umat Katolik hendak merayakan misa kudus di Kapela Santa Maria. Sebelum misa mulai, tiba-tiba muncul sekelompok tentara Belanda dan mulai membantai umat Katolik dalam Kapela tersebut. Puluhan orang tewas dalam peristiwa pembantaian ini. Termasuk Andre de Soveral, Domingos Carvalho, seorang imam diosesan, dan puluhan umat “Potiguara”.

© Renungan Harian Katolik