Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Jumat 18 Februari 2022

Renungan Harian Katolik Jumat 18 Februari 2022

Bacaan I: Yak. 2:14-24.26; Mzm: 112:1-2.3-4.5-6; Bacaan Injil: Mrk. 8:34-9:1

Renungan Harian Katolik Jumat 18 Februari 2022

Bacaan Injil: Mrk. 8:34-9:1

"Barangsiapa kehilangan nyawa demi Aku dan Injil akan menyelamatkan nyawanya."

Pada suatu ketika Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 18 Februari 2022

Anton pusing bukan kepalang, sudah empat bulan dia lulus dari perguruan tinggi tapi ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Sebenarnya sudah beberapa kali Anton berhasil masuk sampai tahap wawancara, tapi setelah itu panggilan kerja yang ia tunggu-tunggu tak juga datang.

Suatu hari ia bertemu dengan teman kuliahnya dulu. Temannnya itu baru saja pulang kerja. Lalu, masuklah mereka ke sebuah restoran dan mengobrol di sana. Anton kemudian menceritakan kesulitan yang dialaminya dalam mencari pekerjaan. "Masa beberapa perusahaan yang aku lamar memintaku untuk bekerja lembur pada hari-hari tertentu dan setiap enam bulan sekali karyawannya akan ditugaskan ke luar kota. Ya aku tidak mau lah...", keluh Anton.

Temannya itu lalu menjawab "Aku tahu sekarang kenapa sampai sekarang hari ini kamu belum juga mendapat pekerjaan. Kalau kamu mau ikut perusahaan tertentu, itu berarti kamu juga harus siap mengikuti aturan-aturan yang ada dan keputusan-keputusan yang ditetapkan perusahaan tersebut kepada karyawannya. Tidak bisa bersikap semau kita sendiri. Dari sana perusahaan akan melihat komitmen kita terhadap perusahaan tersebut." Mendengar hal itu, Anton hanya terdiam dan memikirkan masukan dari temannya itu.

Sering kali kita pun bersikap seperti Anton. Kita mau mengikuti suatu hal, tetapi kita sendiri tidak mau merendahkan hati untuk sungguh-sungguh mengikuti hal tersebut. Hal mengikuti Yesus tentu saja lebih besar dari hal mencari pekerjaan. Ada banyak hal yang dituntut Yesus dari kita bila kita ingin mengikuti-Nya dan mendapatkan keselamatan. Seperti yang Yesus katakan, bahwa mengikuti Dia berarti harus siap menyangkal diri dan memikul salib.

Mengikuti Yesus tidak bisa setengah-setengah. Meskipun keputusan dan sikap yang kita ambil membuat kita menderita, tapi itulah salib yang harus kita tanggung bila mau mengikut Dia, karena memang Yesus menginginkan komitmen 100% dari para pengikut-Nya.